SUARAGEMPUR.COM | TANGERANG – Di sebuah rumah sederhana di Kampung Tobat, Desa Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, seorang anak perempuan berusia 10 tahun bernama Hikmah Soliha hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur.
Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan aktivitas bermain, Hikmah justru harus berjuang melawan penyakit yang hingga kini belum diketahui secara pasti.
Sudah hampir satu dekade Hikmah hidup dalam kondisi memprihatinkan. Tubuhnya lemah, aktivitasnya terbatas, dan harapan untuk mendapatkan penanganan medis yang layak masih jauh dari kenyataan. Faktor ekonomi menjadi penghalang utama bagi keluarga untuk membawa Hikmah menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara menyeluruh.
Sang ibu, Masitoh, tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan perjuangan panjang anaknya yang selama ini hanya dirawat seadanya di rumah.

“Kami sangat membutuhkan bantuan. Anak saya sudah hampir 10 tahun menderita sakit, tapi sampai sekarang belum tahu pasti penyakitnya karena kami tidak punya biaya untuk pemeriksaan dan pengobatan yang layak,” ujar Masitoh saat ditemui wartawan Suaragempur.
Masitoh mengaku, selama ini keluarga mereka berjuang sendiri menghadapi kondisi tersebut. Ia bahkan menyebut belum pernah mendapatkan bantuan ataupun perhatian dari pemerintah setempat, baik dari tingkat desa, kecamatan, maupun dinas terkait di Kabupaten Tangerang.
“Tidak pernah ada bantuan dari pemerintah setempat . Kami hanya bisa berharap ada yang peduli dengan kondisi anak saya,” ungkapnya lirih.
Kondisi ini tentu memantik keprihatinan warga sekitar. Mereka berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, segera turun tangan untuk melihat langsung kondisi Hikmah dan memberikan bantuan medis yang dibutuhkan.
Warga menilai, setiap anak berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, terlebih bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Tanpa tindakan nyata dan bantuan dari pihak berwenang, masa depan Hikmah terancam semakin suram.
Kini, harapan besar tertumpu pada perhatian pemerintah dan para dermawan agar Hikmah bisa mendapatkan diagnosis yang jelas serta penanganan medis yang semestinya. Bagi keluarga kecil ini, uluran tangan bukan sekadar bantuan, melainkan harapan untuk menyelamatkan masa depan seorang anak yang tengah berjuang melawan sakitnya.
Redaksi
