SUARAGEMPUR.COM| SERANG – Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) merupakan salah satu mata kuliah fundamental dalam sistem pendidikan nasional yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa sebagai warga negara yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, Kamis(14/5/2026).
Sebagai bagian dari kurikulum wajib, PKN tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kognitif, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan sikap dan nilai-nilai kebangsaan. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman terhadap Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, konsep demokrasi, hak asasi manusia, serta wawasan kebangsaan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam konteks pendidikan tinggi, PKN diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir kritis dan analitis terhadap berbagai persoalan kebangsaan. Selain itu, mahasiswa juga dituntut memiliki kesadaran hukum, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan politik secara konstruktif.
Para akademisi menilai penguatan Pendidikan Kewarganegaraan semakin relevan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang berpotensi memengaruhi identitas serta nilai-nilai kebangsaan generasi muda. Oleh karena itu, PKN berfungsi sebagai instrumen penting dalam menjaga integritas nasional sekaligus memperkuat jati diri bangsa.
Implementasi nilai-nilai yang diperoleh melalui pembelajaran PKN diharapkan tidak berhenti pada tataran teoritis, melainkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki tanggung jawab moral untuk menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam perilaku nyata, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi muda yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta siap menghadapi dinamika tantangan global tanpa kehilangan identitas nasional. Dengan demikian, PKN memiliki kontribusi signifikan dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Sumber penulis: Leni. S
