SUARAGEMPUR.COM| JAKARTA — Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari ini, Jumat (22/5/2026).
Mengacu pada data pasar spot internasional, mata uang Garuda bergerak fluktuatif dan tertahan di kisaran Rp17.702 hingga Rp17.712 per Dolar AS. Pelemahan ini juga direspons oleh perbankan domestik yang mulai menyesuaikan kurs jual e-Rate mereka hingga mendekati level Rp17.728 per Dolar AS.Melansir laporan berkala dari finansial global Forbes Advisor, posisi Rupiah secara nominal saat ini menempatkan Indonesia ke dalam daftar 5 besar negara dengan mata uang terlemah di dunia.
Secara urutan terkecil terhadap Dolar AS, posisi pertama masih ditempati oleh Rial Iran (IRR), diikuti oleh Pound Lebanon (LBP), Dong Vietnam (VND), Kip Laos (LAK), dan Rupiah Indonesia (IDR) di peringkat kelima.
Analis ekonomi menyebutkan bahwa tekanan yang dialami Rupiah belakangan ini didominasi oleh faktor eksternal (global).
Tingginya tingkat suku bunga yang dipertahankan oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menjadi motor utama yang membuat Dolar AS terus perkasa (greenback), sehingga memicu aliran modal keluar (capital outflow) dari pasar keuangan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Meskipun nilai tukar Rupiah secara angka nominal berada di jajaran terbawah global, para pengamat mengingatkan bahwa kondisi ini bukan refleksi dari kemiskinan suatu negara.
Secara fundamental ekonomi regional, Indonesia tetap memegang posisi kuat sebagai pemilik Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di Asia Tenggara.
Reporter : eko
Editor: fachri
