Kisah Usman dan Harun: Pahlawan Yang Gugur dan Janji Moh Hatta Untuk Tidak Menginjakkan Kaki di Singapura

Kabupaten Tangerang || suaragempur.com – Ketegangan antara Indonesia dan Singapura pada masa lalu menyimpan banyak cerita penuh perjuangan dan dedikasi dari pahlawan yang berkorban demi negara. Salah satu kisah paling ikonik adalah kisah Koperal Usman bin Haji Muhammad Ali dan Sersan Harun bin Said yang akhirnya menorehkan sejarah di Singapura. Pada saat yang sama, kisah janji Mohammad Hatta, salah satu proklamator Indonesia, untuk tidak menginjakkan kaki di Singapura juga menjadi bagian dari sejarah diplomasi dan sikap tegas Indonesia.

Kisah Usman dan Harun dimulai pada tahun 1965, di mana kedua anggota Korps Komando Operasi (KKO) dari Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) tersebut mendapat tugas khusus dalam misi militer sebagai bagian dari konfrontasi Indonesia-Malaysia. Misi mereka adalah melaksanakan aksi sabotase yang bertujuan mengganggu stabilitas Singapura, yang saat itu merupakan bagian dari Malaysia. Target mereka adalah bangunan MacDonald House yang terletak di Orchard Road, pusat kota Singapura.

Pada 10 Maret 1965, ledakan hebat mengguncang MacDonald7 House. Aksi ini mengakibatkan jatuhnya tiga korban jiwa serta puluhan orang lainnya terluka. Meski menimbulkan kerusakan besar, Usman dan Harun berhasil keluar dari lokasi kejadian dan beranjak kembali ke Indonesia. Namun, selang beberapa waktu kemudian, mereka ditangkap pihak berwenang Singapura ketika mencoba kembali ke Indonesia melalui perairan.

Setelah tertangkap, Usman dan Harun diadili di pengadilan Singapura dan dijatuhi hukuman mati. Pemerintah Indonesia pada masa itu berupaya keras untuk melobi pemerintah Singapura agar membatalkan hukuman mati tersebut, dengan harapan menghindari konflik diplomatik yang semakin parah. Namun, pemerintah Singapura tetap pada keputusan mereka dan melaksanakan eksekusi mati terhadap Usman dan Harun pada 17 Oktober 1968.

Eksekusi mati tersebut menyisakan luka mendalam bagi Indonesia. Usman dan Harun dianggap sebagai pahlawan nasional yang gugur dalam tugas negara, meskipun tindakan mereka menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan. Di Indonesia, mereka kemudian dianugerahi gelar pahlawan dan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Kisah Usman dan Harun meninggalkan bekas yang mendalam dalam hubungan Indonesia-Singapura. Hal ini turut dipengaruhi oleh janji Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama Indonesia, yang terkenal dengan prinsipnya yang tegas. Setelah eksekusi Usman dan Harun, Hatta berjanji untuk tidak akan menginjakkan kaki di Singapura sebagai bentuk protes atas perlakuan negara tersebut terhadap kedua prajurit Indonesia.

Janji Hatta ini menjadi simbol dari sikap nasionalis dan solidaritas terhadap para pahlawan yang berjuang demi negara. Meskipun hubungan Indonesia dan Singapura secara bertahap membaik, luka sejarah ini tetap menjadi pengingat akan pentingnya diplomasi dan pengorbanan bagi bangsa.

Peristiwa ini juga menjadi refleksi bagi generasi muda Indonesia mengenai arti pengorbanan, loyalitas, dan konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil atas nama negara. Usman dan Harun tak hanya menjadi simbol pengorbanan, tetapi juga mengingatkan bahwa dalam diplomasi, tindakan ekstrem dapat menimbulkan dampak jangka panjang.

Dengan adanya monumen Usman-Harun di Indonesia, kita tetap menghormati jasa mereka meskipun sejarah telah mencatat dampak yang berbeda dari perjuangan mereka.

Artikel : Abdu Rohim

  • Related Posts

    DPP KAMPUD Kritisi Pelimpahan Penanganan Kasus Eks Jampidsus dari Penyidik Polri ke Penyidik Kejaksaan, Dinilai Tidak Sesuai Prosedur

    JAKARTA SUARAGEMPUR.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD), Seno Aji, S.Sos., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana…

    Keluarga Besar Anak Jabung Sampaikan Pemberitahuan Aksi ke Mabes Polri, Tuntut Keadilan atas Kematian Joni Iskandar

    JAKARTA | SUARAGEMPUR.COM – Keluarga Besar Anak Jabung di Rantau Banten dan Botabek resmi menyampaikan pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Mabes Polri. Aksi yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    PT Kirana Mitra Abadi Mangkir dari Panggilan Disnaker Kabupaten Tangerang, Pekerja Minta Proses Mediasi Tetap Berjalan

    PT Kirana Mitra Abadi Mangkir dari Panggilan Disnaker Kabupaten Tangerang, Pekerja Minta Proses Mediasi Tetap Berjalan

    Foto Jenderal di Pos Satpam PT Mega Steel Dipersoalkan, Pekerja Dugaan Ada Upaya Intimidasi

    Foto Jenderal di Pos Satpam PT Mega Steel Dipersoalkan, Pekerja Dugaan Ada Upaya Intimidasi

    Dugaan Korupsi Proyek Chromebook Lampung Tengah, KAMPUD Desak Kejari Usut Tuntas

    Dugaan Korupsi Proyek Chromebook Lampung Tengah, KAMPUD Desak Kejari Usut Tuntas

    Dua Sipil Ditahan, Nasib Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Perampasan Motor Masih Dipertanyakan

    Dua Sipil Ditahan, Nasib Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Perampasan Motor Masih Dipertanyakan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    NO COPY