Polemik Tempat Karaoke: MUI Kecamatan Cisoka Angkat Bicara: “Jika Tidak Ada Tanggapan Jelas, Masyarakat Akan Bertindak!”

Kabupaten Tangerang | SUARAGEMPUR.COM – Keberadaan tempat karaoke yang tetap beroperasi selama bulan Ramadhan di Kecamatan Cisoka menuai reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Ketua MUI Kecamatan Cisoka, H. Juhri, menegaskan sikapnya dalam pesan WhatsApp kepada media pada Sabtu (8/3/2025).

H. Juhri menegaskan, bahwa sebagai tokoh agama dan masyarakat, pihaknya tidak akan tinggal diam jika menemukan kafe, warung, atau tempat sejenis yang menjual minuman keras (miras) tanpa izin, terutama di bulan suci Ramadhan. “Kami hanya bisa melaporkan kepada pihak keamanan, seperti kepolisian atau Muspika. Namun, jika tidak ada tanggapan yang jelas, insyaallah kami dan masyarakat yang akan bertindak. Kecamatan Cisoka harus bersih dari miras dan judi tanpa izin,” tegas H. Juhri.

Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas masih beroperasinya sejumlah tempat hiburan, termasuk karaoke, di wilayah Kecamatan Cisoka selama Ramadhan. Padahal, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2025 tentang pembatasan jam operasional rumah makan, restoran, kafe, dan jasa hiburan umum selama bulan Ramadhan. Dalam surat edaran tersebut, disebutkan bahwa jasa usaha hiburan umum seperti karaoke, sauna, spa massage, dan biliar harus ditutup sementara mulai dua hari sebelum Ramadhan hingga dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

H. Juhri juga mengapresiasi peran media dalam mengawasi dan menyebarluaskan informasi terkait hal-hal yang dapat merusak akhlak dan lingkungan agamis. “Dalam hal ini, kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman media yang telah mengetahui dan menindaklanjuti sejak dini dalam pemberitaan atau informasi kepada masyarakat mengenai adanya hal-hal yang merusak akhlak dan lingkungan yang agamis,” tutupnya.

Dengan adanya pernyataan ini, MUI Kecamatan Cisoka berharap agar semua pihak, termasuk pemerintah dan penegak hukum, dapat bekerja sama menciptakan lingkungan yang kondusif selama bulan Ramadhan. Jika tidak, masyarakat siap mengambil langkah tegas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah mereka.

(Tim/red)

  • Related Posts

    Dua Sipil Ditahan, Nasib Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Perampasan Motor Masih Dipertanyakan

    LABUHAN MERINGGAI | SUARAGEMPUR.COM – Perkembangan penyelidikan kasus dugaan perampasan sepeda motor dan penganiayaan terhadap Agus Candra Jaya mulai menemui titik terang. Dua orang terduga pelaku yang diketahui berstatus sipil…

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Hampir dua minggu sejak kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke PT Yifang CME pada 30 Juli 2026, dugaan pelanggaran hak pekerja upah di bawah UMK,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Dua Sipil Ditahan, Nasib Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Perampasan Motor Masih Dipertanyakan

    Dua Sipil Ditahan, Nasib Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Perampasan Motor Masih Dipertanyakan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    NO COPY