SUARAGEMPUR.COM | TANGERANG – Pelayanan air bersih oleh PERUMDAM TKR (Tirta Kerta Raharja) kembali dikeluhkan warga. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tangerang itu dinilai belum mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya warga Perumahan Vila Balaraja, Jumat (15/5/2026).
Keluhan tersebut disampaikan Abdul Majid, warga Blok N7 Nomor 14 Perumahan Vila Balaraja. Ia mengaku sudah merasakan buruknya pelayanan sejak pertama tinggal di kawasan tersebut pada tahun 2013.
Menurut Abdul Majid, hingga tahun 2026 kondisi pelayanan air bersih tidak pernah mengalami perubahan signifikan. Setiap kali warga menyampaikan keluhan, jawaban yang diterima dari pihak PERUMDAM TKR selalu sama, yakni masih dalam proses perbaikan.
“Dari tahun 2013 sampai sekarang jawabannya tetap perbaikan. Tapi hasil nyatanya tidak pernah ada,” ujar Abdul Majid kepada wartawan.
Ia menjelaskan, aliran air bersih ke wilayah Perumahan Vila Balaraja bahkan sudah lama tidak mengalir melalui jaringan pipa. Warga yang membutuhkan air bersih hanya mengandalkan bantuan suplai menggunakan mobil tangki.
Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan keberadaan meteran air di rumah masing-masing. Sebab, meskipun tidak mendapatkan pasokan air secara normal, warga tetap dibebankan biaya abodemen atau biaya langganan setiap bulan.
“Kalau air tidak pernah mengalir, untuk apa meteran dipasang? Tapi warga tetap bayar biaya bulanan,” katanya.
Tak hanya itu, warga juga menyoroti adanya ketimpangan distribusi air di lingkungan perumahan. Sejumlah rumah yang berada di bagian depan perumahan disebut masih mendapatkan aliran air, meski harus menggunakan mesin pompa.
Ironisnya, pasokan air tersebut disebut turut dimanfaatkan untuk kebutuhan usaha, seperti laundry dan tempat pencucian kendaraan. Sementara warga lain di bagian dalam perumahan sama sekali tidak menikmati layanan air bersih.
Warga berharap PERUMDAM TKR segera melakukan langkah konkret dan memberikan solusi nyata terhadap persoalan distribusi air bersih yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut, (Red).
