SUARAGEMPUR.COM| SERANG, BANTEN – Pancasila bukan sekadar teks sejarah atau simbol negara, melainkan sebuah sistem etika yang hidup dan menuntun keseharian masyarakat. Di wilayah Serang, Banten, penerapan Pancasila sebagai etika bangsa berpadu harmonis dengan kultur religius yang kuat dan filosofi lokal, menjadikannya fondasi moral yang kokoh dalam menjaga kondusivitas daerah.
Dalam upaya memperkuat karakter dan moralitas publik, implementasi Pancasila sebagai etika bangsa di wilayah Serang mewujud nyata melalui lima pilar utama kehidupan bermasyarakat:
Etika Ketuhanan Melalui Religiusitas yang Inklusif
Sebagai daerah yang dikenal dengan tradisi pesantren yang kuat, sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi napas kehidupan warga Serang. Etika ketuhanan ini tidak hanya tercermin dari ketaatan beribadah dan penghormatan kepada ulama, tetapi juga pada sikap toleransi yang tinggi dalam menjaga kedamaian berdampingan dengan komunitas agama lain di Banten.
Etika Kemanusiaan dalam Tradisi Gotong Royong dan Seba
Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab di Serang dirawat melalui aksi nyata gotong royong, baik saat warga tertimpa musibah maupun dalam momen perayaan kampung. Hubungan harmonis ini juga meluas hingga ke tingkat regional melalui penghormatan terhadap masyarakat adat lewat tradisi Seba, sebagai simbol silaturahmi dan kerukunan antarsesama.
Etika Persatuan Lewat Filosofi Jawara yang Sesungguhnya
Sila Persatuan Indonesia diterjemahkan melalui reposisi makna “Jawara”. Di Serang, jati diri jawara yang sejati adalah mereka yang menggunakan keberanian dan seni bela diri (pencak silat) untuk melindungi yang lemah, menjaga keamanan kampung halaman, serta menjadi benteng pertahanan dari potensi konflik sosial dan radikalisme.
Etika Kerakyatan Berbasis Musyawarah di Ruang Publik
Prinsip Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dihidupkan mulai dari tingkat terkecil seperti RT/RW. Pengambilan keputusan terkait kepentingan bersama, mulai dari pembangunan fasilitas hingga keamanan, selalu mengedepankan rembug warga yang inklusif di bale desa maupun pos ronda.
Etika Keadilan Sosial Melalui Aksi Kepedulian Nyata
Mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilakukan warga Serang melalui penguatan jaring pengaman sosial berbasis komunitas. Gerakan seperti “Jumat Berkah”, pengelolaan zakat lokal yang produktif, serta kesadaran untuk saling berbagi memastikan bahwa kesejahteraan dan kepedulian sosial menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui rilis ini, seluruh elemen masyarakat Serang diharapkan dapat terus merawat tradisi luhur warisan Kesultanan Banten ini. Menjadikan Pancasila sebagai etika bangsa berarti berkomitmen menjadi masyarakat modern yang maju, tanpa kehilangan jati diri yang religius, berbudaya, dan menjunjung tinggi kemanusiaan.
Penulis: Bani Latif





