SUARAGEMPUR.COM | TANGERANG – Dugaan praktik “tangkap lepas” kembali mencuat di wilayah hukum Polsek Panongan. Informasi yang diterima dari warga sekitar menyebut adanya dugaan penggerebekan terhadap empat perempuan yang diduga terlibat praktik prostitusi daring (Open BO), namun kemudian dibebaskan setelah adanya permintaan sejumlah uang, Minggu (28/6/2026).
Berdasarkan informasi dari narasumber, peristiwa tersebut diduga terjadi pada awal Mei 2026, sekitar malam hari, di sebuah rumah kontrakan di Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten. Dalam operasi tersebut, empat perempuan yang disebut berinisial KK, FT, RN alias Lola, beserta seorang perempuan lainnya, serta dua laki-laki yang diduga berperan sebagai joki, dikabarkan sempat diamankan.
Narasumber menyebut para pihak yang diamankan diduga diminta uang sebesar Rp8 juta dengan alasan sebagai uang tebusan agar dapat dibebaskan. Menurut keterangan yang diterima, persoalan tersebut diduga diselesaikan secara damai di lokasi sehingga para pihak tidak diproses lebih lanjut. Hingga kini, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Untuk memperoleh konfirmasi, awak media menghubungi Kanit Reskrim Polsek Panongan, Ipda Fadil. Saat dikonfirmasi, ia mengaku belum mengetahui adanya peristiwa tersebut.
“Saya belum monitor. Coba saya cek dulu ke anggota,” ujar Ipda Fadil singkat saat dimintai keterangan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Polsek Panongan mengenai kebenaran informasi tersebut, termasuk apakah benar pernah dilakukan pengamanan terhadap sejumlah orang di lokasi dimaksud serta dugaan adanya permintaan uang sebagaimana disampaikan narasumber.
SUARAGEMPUR.COM akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan dan memberikan informasi yang utuh kepada publik. Apabila terdapat penjelasan atau klarifikasi resmi dari kepolisian maupun pihak lain yang berkepentingan, berita ini akan diperbarui sesuai perkembangan informasi.
Reporter: Bani Latif
Editor: Redaksi





