LAMPUNG TIMUR | SUARAGEMPUR.COM – Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, Iptu Muhammad Iksir, memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media terkait insiden penggerebekan yang dilakukan anggotanya di Desa Negara Saka, Kecamatan Jabung, Lampung Timur. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (19/8/2026) itu mengakibatkan seorang nenek bernama Sakdiyah meninggal dunia, diduga setelah mengalami kepanikan dan kaget saat aparat kepolisian melakukan penggerebekan di rumah yang disebut menjadi lokasi pencarian seseorang, Kamis(20/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggerebekan dilakukan aparat kepolisian untuk mengamankan warga yang diduga terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Namun, dalam pelaksanaannya, rombongan petugas disebut tidak memperlihatkan surat perintah penangkapan maupun surat tugas dan langsung masuk secara paksa ke dalam rumah.
Suasana tersebut membuat nenek Sakdiyah, yang tinggal serumah dengan target penggerebekan, diduga mengalami kaget dan kepanikan. Jantungnya berdebar kencang dan tubuhnya gemetar hingga jatuh tak berdaya. Meskipun sempat mendapat pertolongan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
“Datang tiba-tiba, langsung masuk kasar tanpa bicara aturan sedikit pun… Nenek Sakdiyah langsung kaget luar biasa, teriak sebentar lalu jatuh pingsan dan pergi selamanya,” ujar seorang kerabat korban dengan isak tangis.
Ketika awak media mencoba mengonfirmasi peristiwa tersebut kepada Kasat Reskrim Polres Lampung Timur Iptu Muhammad Iksir, hingga berita ini diturunkan belum diperoleh tanggapan maupun penjelasan resmi terkait kronologi kejadian, prosedur penggerebekan, serta dugaan tidak diperlihatkannya surat tugas atau surat perintah kepada pihak keluarga.
Tak hanya Kasat Reskrim, Kapolres Lampung Timur juga telah dikonfirmasi awak media terkait peristiwa tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Lampung Timur belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi mengenai insiden yang menewaskan nenek Sakdiyah.
Minimnya penjelasan dari pihak kepolisian tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai prosedur dan standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan aparat dalam menjalankan tugas di lapangan, terlebih peristiwa tersebut berujung pada meninggalnya seorang warga.
Warga Desa Negara Saka dan sekitarnya kini mendesak agar kepolisian segera mengusut tuntas peristiwa tersebut. Mereka meminta agar pihak yang memimpin maupun anggota yang diduga bertindak melampaui kewenangan dalam penggerebekan diperiksa secara menyeluruh.
“Kami minta segera selidiki siapa yang memimpin, siapa yang bertindak melampaui wewenang. Jangan biarkan nyawa yang hilang sia-sia begitu saja,” tegas warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Lampung Timur maupun penjelasan dari Kapolres Lampung Timur terkait musibah yang menimpa nenek Sakdiyah. Pihak kepolisian juga belum memberikan klarifikasi mengenai tudingan bahwa petugas tidak memperlihatkan surat tugas atau surat perintah saat melakukan penggerebekan.
Masyarakat berharap kasus ini dapat diusut secara transparan dan profesional. Apabila dalam proses pemeriksaan nantinya ditemukan adanya pelanggaran prosedur atau tindakan di luar kewenangan, publik meminta agar pihak yang bertanggung jawab diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penerbit: fachri





