SERANG|SUARAGEMPUR.COM – Ketua Organisasi Kemasyarakatan KKPMP Mada Kota Serang, Robani, menegaskan bahwa kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang solid dan profesional. Ia meminta seluruh jajaran pengurus maupun anggota tidak sekadar mencantumkan nama dalam struktur organisasi, tetapi harus membuktikan komitmen melalui kontribusi dan tindakan nyata. Serang 2 November 2026
Penegasan tersebut disampaikan Robani dalam rapat bulanan KKPMP Mada Kota Serang yang berlangsung di Sekretariat KKPMP, Link Sayabulu, Kampung Baru, RT 03/RW 07, Sabtu (31/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri Ketua Mada Kota Serang Robani, Ketua Marcab Serang Andi Baraba, Ketua Marcab Kasemen Sapuri, serta jajaran pengurus Mada dan Marcab Kota Serang.
Sejumlah persoalan strategis menjadi agenda pembahasan, mulai dari transparansi dan pengelolaan kas organisasi, penguatan integritas pengurus dan anggota, pendataan serta kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA), evaluasi keaktifan anggota, hingga strategi perekrutan anggota baru.
Dalam arahannya, Robani menegaskan bahwa rapat bulanan tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial tanpa menghasilkan perubahan nyata. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi sarana evaluasi menyeluruh untuk mengukur kedisiplinan, tanggung jawab, serta keseriusan setiap jajaran dalam menjalankan roda organisasi.
“Organisasi ini tidak cukup hanya memiliki nama besar dan susunan kepengurusan. Yang paling penting adalah komitmen dan tanggung jawab setiap individu. Jangan sampai hanya tercatat sebagai anggota, tetapi tidak memiliki kepedulian terhadap perkembangan dan kegiatan organisasi. Kita ingin seluruh jajaran benar-benar hadir, berperan, dan memberikan kontribusi nyata,” tegas Robani.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah pengelolaan kas organisasi. Robani menekankan bahwa administrasi keuangan harus dijalankan secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, kas organisasi merupakan salah satu penunjang utama keberlangsungan kegiatan. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara terbuka dan mengedepankan prinsip kepercayaan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Ia juga mengingatkan bahwa integritas bukan hanya sebatas ucapan, melainkan harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta tanggung jawab setiap pengurus dan anggota.
Seluruh jajaran diminta menjaga nama baik organisasi, menjunjung tinggi etika, serta mengedepankan kebersamaan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain persoalan keuangan, tertib administrasi keanggotaan juga menjadi pembahasan penting. Robani menilai kepemilikan dan pendataan Kartu Tanda Anggota (KTA) harus menjadi perhatian seluruh jajaran.
KTA bukan sekadar identitas formal, tetapi juga bagian dari tertib administrasi dan kejelasan status keanggotaan dalam struktur organisasi. Dengan pendataan yang baik, koordinasi antara Mada dan Marcab diharapkan semakin mudah, terarah, dan terukur.
Sorotan berikutnya tertuju pada tingkat keaktifan anggota dalam mengikuti kegiatan organisasi. Robani menilai, soliditas tidak mungkin terbangun apabila tanggung jawab hanya dipikul oleh segelintir pengurus, sementara anggota lainnya cenderung pasif.
Ia berharap seluruh anggota memiliki kesadaran untuk terlibat aktif, baik dalam kegiatan internal maupun agenda organisasi lainnya.
“Kalau kita mengaku bagian dari organisasi, maka harus siap ikut berkontribusi. Jangan hanya hadir ketika ada kepentingan pribadi, tetapi ketika organisasi membutuhkan tenaga, pikiran, dan kebersamaan justru tidak terlihat. Ke depan, keaktifan dan tanggung jawab anggota harus menjadi bahan evaluasi bersama,” ungkapnya.
Menurut Robani, evaluasi bukan bertujuan mencari kesalahan individu, melainkan untuk membangun kesadaran kolektif agar setiap anggota memahami kewajiban dan perannya masing-masing.
Dalam rapat tersebut, strategi perekrutan anggota baru juga menjadi agenda pembahasan. Robani menegaskan bahwa pengembangan organisasi harus dilakukan secara terencana dan tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah anggota.
Setiap anggota baru harus mendapatkan pembinaan, pemahaman mengenai aturan organisasi, serta penanaman nilai kedisiplinan, loyalitas, dan integritas.
Baginya, organisasi yang besar bukan semata-mata diukur dari banyaknya anggota, melainkan dari kualitas sumber daya manusia, kekompakan, kepatuhan terhadap aturan, serta kontribusi nyata dalam menjalankan program organisasi.
Melalui rapat bulanan tersebut, Robani berharap seluruh jajaran Mada dan Marcab Kota Serang dapat meningkatkan koordinasi, memperbaiki administrasi, menjaga transparansi keuangan, serta memperkuat kedisiplinan dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.
Ia juga menekankan bahwa kemajuan organisasi membutuhkan kesadaran dan komitmen bersama, bukan hanya bergantung pada ketua maupun sejumlah pengurus tertentu.
“Mari kita besarkan organisasi ini dengan niat baik, integritas, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab. Jangan hanya mengedepankan nama organisasi, tetapi buktikan melalui tindakan nyata. Soliditas bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan dalam kebersamaan, loyalitas, dan kerja nyata seluruh anggota,” tutup Robani.
Rapat bulanan tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan internal KKPMP Mada Kota Serang, sekaligus langkah pembenahan untuk mewujudkan organisasi yang lebih tertib, transparan, solid, dan profesional.
Editor : Bani Latif





