LSM FBB Laporkan Pengembang Suvarna Sutera Ke Sejumlah Lembaga Tinggi Negara

SUARAGEMPUR.COM | TANGERANG – Polemik pelanggaran kewajiban pembangunan tandon air (waduk atau kolam buatan) bagi pengembang perumahan sangat umum. Namun, kawasan elit Suvarna Sutera diduga tidak melaksanakan kewajiban tersebut dan justru lebih banyak membangun perumahan. Lembaga Swadaya Masyarakat Front Banten Bersatu (FBB) resmi melaporkan pengembang kawasan tersebut, PT Delta Mega Persada, ke sejumlah lembaga tinggi negara akibat dugaan pengabaian kewajiban pembangunan tandon air sebagaimana diamanatkan dalam dokumen lingkungan.

Ketua FBB Kabupaten Tangerang, Asep Supriyatna, menyampaikan bahwa laporan resmi telah dikirim pada Senin, 6 Oktober 2025, kepada:

· Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI c.q. Ditjen Gakkum KLHK,
· Ketua Komisi XII DPR RI,
· Gubernur Banten,
· Polda Banten, dan
· Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten.

Laporan tersebut juga menembus kepada Bupati Tangerang dan DPRD Kabupaten Tangerang.

Menurut Asep, langkah tegas ini diambil karena Pemkab Tangerang diduga melakukan pembiaran terhadap pelanggaran lingkungan serius yang sudah lama terjadi.

“Kami sudah berkali-kali menyoroti kejanggalan proyek Suvarna Sutera yang hingga kini tidak membangun tandon air sesuai kewajiban AMDAL. Tapi, pemerintah daerah seolah menutup mata. Karena itu, kami bawa masalah ini ke pusat agar tidak terus dikubur,” tegas Asep.

Asep menjelaskan, kewajiban pembangunan tandon air merupakan syarat penting dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) guna menjaga keseimbangan tata air dan mencegah banjir di wilayah sekitarnya. Namun, hingga kini fasilitas vital tersebut tidak terealisasi, sementara proyek pembangunan kawasan terus meluas.

“Ini bukan persoalan administratif semata, tapi menyangkut keselamatan lingkungan dan warga di sekitar kawasan. Kalau tandon air diabaikan, siapa yang bertanggung jawab ketika banjir melanda?” ujarnya geram.

FBB juga mendesak KLHK RI untuk menurunkan tim investigasi lapangan guna memeriksa seluruh dokumen AMDAL dan pelaksanaan kewajiban lingkungan oleh pengembang. Selain itu, Polda Banten diminta membuka penyelidikan atas dugaan pelanggaran hukum lingkungan serta kemungkinan keterlibatan oknum pejabat daerah.

“Kami menduga ada unsur pembiaran dan potensi kongkalikong antara oknum pejabat dan pengembang. Bila benar, ini bukan lagi pelanggaran administratif, tapi sudah masuk ranah pidana lingkungan,” tegas Asep.

FBB juga meminta Komisi XII DPR RI untuk segera memanggil Pemkab Tangerang, Dinas Lingkungan Hidup, dan pihak pengembang dalam hearing terbuka guna mengungkap transparansi penerbitan izin lingkungan Suvarna Sutera.

“Jangan sampai hukum hanya tajam ke rakyat kecil, tapi tumpul ke pengembang besar. Kalau rakyat bikin kolam tanpa izin langsung disanksi, tapi pengembang elit bisa bebas tidak bangun tandon air, itu bentuk ketidakadilan lingkungan,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DLH Kabupaten Tangerang maupun PT Delta Mega Persada (pengembang Suvarna Sutera) belum memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, langkah FBB menjadi sinyal keras bahwa publik tidak akan tinggal diam terhadap dugaan pelanggaran lingkungan yang dibiarkan oleh pemerintah daerah.

Red : Suaragempur.com

  • Related Posts

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Hampir dua minggu sejak kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke PT Yifang CME pada 30 Juli 2026, dugaan pelanggaran hak pekerja upah di bawah UMK,…

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Persoalan hubungan industrial kembali mencuat di PT Tunas Alfin Plant 2, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Seorang pekerja bernama Olivia Jeremia mengaku mengalami skorsing tanpa upah, tidak dapat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

    NO COPY