Empat Pekerja PT Gunung Mulia Steel Luka Bakar Parah Akibat Ledakan , Keluarga Keluhkan Tidak Ada Pendampingan Manajemen Perusahaan

SUARAGEMPUR.COM | SERANG – Sebuah insiden kerja serius mengguncang fasilitas peleburan baja PT Gunung Mulia Steel di Serang, Banten, pada Sabtu (22/11/2025) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Kecelakaan ini mengakibatkan empat orang pekerja mengalami luka bakar parah dan menuai kritik akibat minimnya pendampingan dari manajemen perusahaan terhadap korban.

Di lansir dari Liputan45.com , Keempat korban yang bertugas di bagian peleburan tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih, Kota Serang, untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisi korban yang cukup kritis dikabarkan akan segera menjalani operasi.

Namun, yang menjadi sorotan adalah dugaan pengabaian tanggung jawab perusahaan. Menurut informasi dari sumber di lapangan, para korban hanya diantar oleh supir perusahaan ke rumah sakit tanpa didampingi oleh perwakilan manajemen.

“Semua korban hanya diantar oleh supir perusahaan dan tidak di tunggu (oleh perwakilan manajemen),” ungkap sumber di lapangan.

Keempat pekerja yang menjadi korban diidentifikasi sebagai Rasiman, Raksasa, Ali Akbar, dan Murtani.

Seorang rekan kerja, Madsari, menuturkan kecelakaan terjadi saat proses peleburan baja berlangsung. Ia mengaku mendengar suara ledakan keras yang berasal dari area produksi.

Keluarga korban pun menyatakan kekecewaannya. Mariam Ultah, istri dari salah satu korban, Rasiman, menyatakan hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun perwakilan manajemen PT Gunung Mulia Steel yang datang untuk memberikan kejelasan atau pendampingan.

“Sampai saat ini belum ada manajemen yang datang. Mereka masih bingung untuk kejelasan nasib keluarganya dan menuntut kejelasan dari manajemen,” ujar Ibu Mariam.

Insiden ini kembali menyoroti penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan tersebut. Seorang karyawan yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa lingkungan kerja di PT Gunung Mulia Steel dinilai “jauh dari standar K3.”

Merespon hal ini, publik mendesak Pemerintah, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja setempat, untuk segera turun tangan. Tuntutannya adalah mengusut tuntas penyebab ledakan dan melakukan tinjauan menyeluruh terhadap implementasi sistem K3 di PT Gunung Mulia Steel guna menjamin hak dan keselamatan pekerja di masa depan.

Hingga saat ini, pihak manajemen PT Gunung Mulia Steel belum memberikan konfirmasi atau tanggapan resmi terkait insiden ini. Awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi.

(Red/Suaragempur.com)

  • Related Posts

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Hampir dua minggu sejak kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke PT Yifang CME pada 30 Juli 2026, dugaan pelanggaran hak pekerja upah di bawah UMK,…

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Persoalan hubungan industrial kembali mencuat di PT Tunas Alfin Plant 2, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Seorang pekerja bernama Olivia Jeremia mengaku mengalami skorsing tanpa upah, tidak dapat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

    NO COPY