SUARAGEMPUR.COM| TANGERANG– Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Serang sejak Senin malam mengakibatkan banjir merendam sejumlah kawasan permukiman di Desa Cijeruk, Kecamatan Kibin. Hingga Selasa (13/1/2026), genangan air dilaporkan belum surut dan masih melumpuhkan aktivitas warga.
Sedikitnya tiga kompleks perumahan terdampak cukup parah, yakni Perumahan MGK, Perumahan BNL, dan Perumahan Metropolis. Ratusan rumah terendam dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari selutut hingga setinggi paha orang dewasa.

Di Perumahan MGK, khususnya wilayah MGK Permai VII, air terus meningkat sejak dini hari. Warga mengaku tidak sempat menyelamatkan banyak barang karena air naik dengan cepat. Sejumlah akses jalan di dalam perumahan tidak dapat dilalui kendaraan.
Sementara itu, kondisi lebih kritis terjadi di Perumahan BNL, tepatnya di Blok C, E, dan F. Banjir dipicu oleh jebolnya tanggul pembatas yang tidak mampu menahan derasnya aliran air. Akibatnya, air masuk ke kawasan permukiman dengan arus cukup kuat dan merendam rumah warga dalam waktu singkat.
Adapun di Perumahan Metropolis, genangan air telah merendam jalan utama dan sebagian rumah sejak Senin malam. Hingga siang hari ini, belum terlihat tanda-tanda penurunan debit air yang signifikan.
Warga terdampak kini sangat membutuhkan bantuan darurat, terutama evakuasi bagi lansia, anak-anak, serta bantuan logistik berupa makanan siap saji dan air bersih. Selain itu, perlengkapan kebersihan juga dibutuhkan untuk mengantisipasi dampak pascabanjir.
“Air naik sangat cepat sejak semalam. Di blok kami air sudah setinggi paha orang dewasa. Kami berharap ada penanganan segera, terutama perbaikan tanggul yang jebol agar air tidak semakin tinggi,” ujar salah seorang warga Perumahan MGK.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih bersiaga sambil menjaga barang berharga mereka dan menunggu penanganan lebih lanjut dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera mematikan aliran listrik di rumah masing-masing guna menghindari risiko tersengat listrik dan bahaya lainnya, (Red).
