Miris! Jalan Kampung Kumpay, Desa Kumpay, Hancur Akibat Proyek PT WIKA, Warga Terpaksa Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan

SUARAGEMPUR.COM| LEBAK, BANTEN– Akses jalan utama di Kampung Kumpay RT 03/01, Desa Kumpay, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami kerusakan parah hingga nyaris tak bisa dilalui. Jalan yang menjadi penghubung antara Kampung Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, dengan Desa Kumpay, Kabupaten Lebak, kini berubah menjadi kubangan lumpur dan menghambat aktivitas warga, Minggu (1/2/2026).

Kerusakan jalan tersebut diduga kuat akibat aktivitas alat berat dan mobilisasi kendaraan proyek milik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau PT WIKA yang beroperasi di wilayah tersebut. Jalan yang sebelumnya menjadi akses vital warga kini lumpuh, berdampak langsung pada kegiatan ekonomi, pendidikan, serta mobilitas harian masyarakat.

Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan tertutup lumpur tebal dengan kedalaman yang cukup signifikan. Bekas ban kendaraan berat membentuk parit-parit lumpur yang licin dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan turun. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas.

Sebagai bentuk peringatan sekaligus protes, warga menanam pohon pisang dan memasang kerucut lalu lintas di tengah jalan yang rusak. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kecelakaan sekaligus menarik perhatian pihak terkait atas kondisi jalan yang dibiarkan rusak.

Hingga saat ini, warga mengaku belum melihat adanya tindakan nyata dari Pemerintah Desa (Pemdes) Kumpay maupun pihak PT WIKA untuk memperbaiki atau menormalisasi jalan. Padahal, kondisi tersebut dinilai telah melanggar ketentuan Pasal 69 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Di tengah minimnya respons dari pihak berwenang, inisiatif justru datang dari para pemuda setempat yang bergerak secara swadaya membantu warga agar tetap bisa melintas.

“Jalan sudah seperti sawah. Sangat mengganggu aktivitas ekonomi dan anak-anak sekolah. Sampai sekarang pihak desa seolah menutup mata, belum ada tindakan sama sekali. Justru pemuda-pemuda di sini yang bergerak seadanya membantu warga,” ujar salah satu perwakilan warga Kampung Kumpay.

Warga Kampung Kumpay mendesak PT WIKA agar segera bertanggung jawab atas kerusakan jalan akibat aktivitas proyek yang dilakukan, serta meminta Pemerintah Desa Kumpay untuk segera turun tangan melakukan mediasi dan menekan pihak kontraktor agar melakukan pengerasan jalan secepatnya.

Selain itu, warga juga menuntut adanya jaminan keselamatan bagi pengguna jalan, terutama pada malam hari mengingat kondisi jalan yang licin dan minim penerangan. Warga menegaskan, apabila dalam waktu dekat tidak ada respons maupun tindakan nyata dari pihak terkait, mereka tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi lanjutan guna menuntut hak atas akses jalan yang layak.

 Reporter : Bani Latif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NO COPY