Kok Bisa Sih…??? Pejabat Pemkab Tangerang Bungkam, Ketidakseriusan Tangani Sampah Dipertanyakan.

Kabupaten Tangerang | SUARAGEMPUR.COM – Polemik pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang masih berlanjut dalam tanda tanya besar. Dugaan ketidakseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dalam menangani permasalahan ini mendapat kritik tajam dari anggota Komisi 2 DPRD, Deden Umardani. Namun, upaya wartawan suaragempur.com untuk meminta klarifikasi dari sejumlah pejabat Pemkab justru berujung pada kebisuan. Jumat (17/01/2025)

Pejabat seperti Pj Bupati Andi Ony, Sekda Soma Atnaja, Asda Syaifulloh, Sekretaris Inspektorat Nurjannah, Humas Inspektorat Rizal, hingga Kabid Dlhk Kabupaten Tangerang tidak bisa dihubungi, memilih bungkam saat dimintai tanggapan terkait langkah strategis Pemkab ke depan. Pertanyaan yang dilayangkan terkait kritik Deden Umardani soal lambannya penanganan sampah hanya berbuah diam seribu bahasa.

Dalam pernyataannya, Deden Umardani menilai Pemkab Tangerang kurang serius menangani sampah, meskipun isu ini menjadi persoalan yang sangat mendesak. “Pemkab masih belum menganggap serius persoalan sampah, dari struktur terbawah sampai teratas belum terlihat keseriusan dalam penanggulangan sampah di Kabupaten Tangerang. Ini masalah serius,” tegasnya. Namun, pejabat terkait justru menghindar dari tanggung jawab publik dengan mengabaikan permintaan konfirmasi.

Kabupaten Tangerang yang mengusung motto “Satya Karya Kerta Raharja“, yang berarti kesetiaan kepada NKRI serta kerja keras untuk kesejahteraan masyarakat, tampaknya jauh dari harapan. Bagaimana bisa motto tersebut relevan, jika persoalan mendasar seperti pengelolaan sampah saja tidak mendapatkan perhatian serius?

Visi Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan masyarakat religius, cerdas, sehat, dan sejahtera juga menjadi bahan pertanyaan. Jika sampah yang menumpuk terus menjadi pemandangan sehari-hari, apakah kata “Gemilang” layak disematkan pada Kabupaten ini? Harapan masyarakat seolah terkubur di antara tumpukan sampah yang semakin hari semakin menggunung.

Publik tentu bertanya-tanya, apakah Pemkab Tangerang mampu menjawab kritik ini dengan langkah konkret? Atau akankah masalah ini kembali terkubur tanpa penyelesaian? Dugaan bahwa Pemkab hanya memberi janji tanpa aksi nyata semakin mencuat. Masyarakat butuh solusi, bukan sekadar retorika.

Sikap diam yang ditunjukkan pejabat Pemkab menimbulkan dugaan bahwa tanggung jawab mereka terhadap permasalahan publik mulai diabaikan. Ketidakmampuan memberikan jawaban kepada media bisa menjadi sinyal bahwa pengelolaan sampah bukan prioritas. Padahal, keberanian menghadapi kritik adalah bagian dari tugas pejabat publik.

Warga Kabupaten Tangerang tentu berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar narasi yang indah di atas kertas. Pertanyaan yang mengemuka, kapan Pemkab Tangerang akan bangkit dan benar-benar serius menangani persoalan sampah ini?

Kini, bola panas ada di tangan Pemkab Tangerang. Apakah akan tetap bungkam atau mulai menunjukkan langkah nyata? Satu hal yang pasti, masyarakat tidak akan diam melihat gunungan sampah semakin tinggi sementara pejabat hanya membisu. Publik butuh jawaban, bukan kebungkaman.

(Oim)

  • Related Posts

    Keluarga Ungkap Dugaan Penyerahan Uang Rp150 Juta Usai Muhammad Akbar Dibebaskan dari Polsek Tambora

    JAKARTA | SUARAGEMPUR.COM — Keluarga Muhammad Akbar mengungkap dugaan adanya permintaan uang sebesar Rp150 juta setelah Akbar diamankan terkait persoalan obat golongan G jenis Tramadol dan dibawa ke Polsek Tambora,…

    Pengusaha Benur Bireuen Mengaku Didatangi Polisi, Persoalkan Penanganan Laporan Mantan Karyawan

    BIREUEN | SUARAGEMPUR.COM — Pengusaha pembibitan benur asal Kabupaten Bireuen, Aceh, Herizal, mempertanyakan penanganan laporan polisi yang dibuat oleh mantan karyawannya, Sayuti, Jum’at (25/9/2026). Herizal mengaku beberapa kali didatangi dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Diduga Upah di Bawah UMK hingga Jaminan Kecelakaan Kerja Dipersoalkan, KSPSI Soroti Pekerja Outsourcing di PT Global Printpack Indonesia

    • By EKO
    • September 28, 2026
    • 7 views
    Diduga Upah di Bawah UMK hingga Jaminan Kecelakaan Kerja Dipersoalkan, KSPSI Soroti Pekerja Outsourcing di PT Global Printpack Indonesia

    Sentuhan Empati Kapolda Banten, Pelajar Korban Jambret HP di Walantaka Dapat Sepeda Listrik

    • By EKO
    • September 28, 2026
    • 7 views
    Sentuhan Empati Kapolda Banten, Pelajar Korban Jambret HP di Walantaka Dapat Sepeda Listrik

    Dorong Kesejahteraan Nelayan, Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Desa Lontar Diserahterimakan

    Dorong Kesejahteraan Nelayan, Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Desa Lontar Diserahterimakan

    Ketua PC F SP PPMI KSPSI Tangerang Antar Tembusan Somasi ke Pengawas Disnaker Banten, Siap Gelar Aksi di PT Tunas Alfin

    Ketua PC F SP PPMI KSPSI Tangerang Antar Tembusan Somasi ke Pengawas Disnaker Banten, Siap Gelar Aksi di PT Tunas Alfin

    BPBD Lampung Tegaskan Proyek Rp2,92 Miliar di Pringsewu Sesuai Aturan, PPK Bantah Dugaan Cacat Administrasi

    BPBD Lampung Tegaskan Proyek Rp2,92 Miliar di Pringsewu Sesuai Aturan, PPK Bantah Dugaan Cacat Administrasi

    MBG Harus Berbenah: Menjaga Gizi, Anggaran, dan Amanah Publik

    MBG Harus Berbenah: Menjaga Gizi, Anggaran, dan Amanah Publik

    NO COPY