Warga Vila Balaraja Terancam Kehilangan Makam Keluarga: Aset Yayasan Tanpa Dokumen Asli, Transparansi Dipertanyakan

SUARAGEMPUR.COM | Kabupaten Tangerang – Kekhawatiran mendalam tengah melanda ribuan warga Vila Balaraja setelah mencuat kabar bahwa makam keluarga mereka terancam hilang akibat ketidakjelasan dokumen kepemilikan aset tanah milik Yayasan Paguyuban Keluarga Muslim Vila Balaraja (YPKMVB). Ironisnya, hingga kini dokumen asli kepemilikan aset tersebut tidak berada di tangan pengurus yayasan, menimbulkan keresahan dan pertanyaan serius tentang tata kelola serta transparansi yayasan. Minggu (27/04/2025)

Yayasan Paguyuban Keluarga Muslim Vila Balaraja merupakan organisasi yang menaungi sekitar 7.800 jiwa dari tiga RW di wilayah tersebut. Dalam rapat yang digelar Sabtu malam (26/4), jajaran pembina yayasan seperti Abidin, H. Isak, H. Giyanto, H. Basni, dan Pak Undang, bersama tiga ketua RW, mengadakan pertemuan penting untuk membahas status kepemilikan tanah pemakaman yang menjadi bagian aset yayasan.

Dalam forum tersebut, Ustaz Syakur, selaku Ketua Yayasan, menanyakan keberadaan dokumen asli aset tanah. Menurut Dewan Pembina, dokumen tersebut telah diserahkan ke pengurus yayasan. Namun, Ustaz Syakur membantah klaim tersebut, menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima dokumen asli. Ia menegaskan bahwa sebagai Ketua Yayasan, tugas utamanya adalah memimpin dan mengoordinasikan seluruh kegiatan yayasan, termasuk memastikan setiap aset tercatat dan dikelola sesuai Anggaran Dasar dan visi-misi lembaga.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan setelah para pembina mengungkap bahwa total aset yayasan diperkirakan mencapai Rp 2 miliar, dengan uang tunai sebesar Rp 660 juta. Namun ironisnya, dokumen legalitas tanah yang bernilai besar tersebut justru tidak berada dalam kendali pengurus resmi.

Selain itu, warga juga mempertanyakan dana hasil tukar guling (ruslah) tanah pemakaman yang sebelumnya dilakukan antara tanah milik yayasan dan pengembang perumahan Pesona. Hingga saat ini, nilai transaksi ruslah tersebut belum pernah disampaikan secara terbuka kepada warga, memicu kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap pengelolaan keuangan yayasan.

Menurut pernyataan Pak Taryadi, salah satu tokoh warga, dominasi peran para pembina dalam operasional yayasan menunjukkan pelanggaran prinsip tata kelola. “Seharusnya pengurus yayasan yang menjalankan roda organisasi. Jika pembina mengambil alih fungsi itu, maka ini sudah menyimpang dari aturan dasar yayasan,” tegasnya.

Warga kini menuntut keterbukaan penuh, termasuk penyelidikan menyeluruh terhadap alur kepemilikan aset dan transparansi penggunaan dana. Aset yayasan, terutama tanah pemakaman, bukan hanya persoalan administratif, melainkan menyangkut kehormatan dan warisan keluarga besar muslim Vila Balaraja.

Masyarakat berharap pengurus yayasan kembali pada peran utamanya, bekerja untuk kepentingan umat, bukan pribadi.

Redaksi : suaragempur.com
Editor : S. Eman / Daenk

  • Related Posts

    DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah

    LAMPUNG | SUARAGEMPUR.COM — Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menindaklanjuti pengaduan masyarakat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD) terkait dugaan kolusi, korupsi dan nepotisme…

    Usai Kecelakaan Kerja dan Dua Kali Operasi Mata, Jaya Somasi PT Proteksindo Aman Sejahtera

    SERANG | SUARAGEMPUR.COM — Persoalan hubungan industrial antara Jaya dengan PT Proteksindo Aman Sejahtera (PT PAS) memasuki tahap somasi. Melalui kuasa hukumnya dari Law Firm ER & Partners, Jaya melayangkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Polresta Deli Serdang Tangkap Dua Terduga Pengedar Sabu di Pantai Labu, 31,60 Gram Diamankan

    Polresta Deli Serdang Tangkap Dua Terduga Pengedar Sabu di Pantai Labu, 31,60 Gram Diamankan

    DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah

    DPP KAMPUD Hadiri Undangan Klarifikasi di POLDA Lampung: Usut Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah

    Usai Kecelakaan Kerja dan Dua Kali Operasi Mata, Jaya Somasi PT Proteksindo Aman Sejahtera

    Usai Kecelakaan Kerja dan Dua Kali Operasi Mata, Jaya Somasi PT Proteksindo Aman Sejahtera

    Belum Ada Kejelasan, DPC KSPSI Tangerang Kembali Desak Pemeriksaan Dugaan Upah di Bawah UMK PT Panpan Lucky Indonesia

    • By EKO
    • September 29, 2026
    • 9 views
    Belum Ada Kejelasan, DPC KSPSI Tangerang Kembali Desak Pemeriksaan Dugaan Upah di Bawah UMK PT Panpan Lucky Indonesia

    Hasil Survei Sementara DPC KSPSI (MJH): 22 Perusahaan Disorot Terkait Upah dan Hak Pekerja

    • By EKO
    • September 29, 2026
    • 6 views
    Hasil Survei Sementara DPC KSPSI (MJH): 22 Perusahaan Disorot Terkait Upah dan Hak Pekerja

    Diduga Upah di Bawah UMK hingga Jaminan Kecelakaan Kerja Dipersoalkan, KSPSI Soroti Pekerja Outsourcing di PT Global Printpack Indonesia

    • By EKO
    • September 28, 2026
    • 9 views
    Diduga Upah di Bawah UMK hingga Jaminan Kecelakaan Kerja Dipersoalkan, KSPSI Soroti Pekerja Outsourcing di PT Global Printpack Indonesia

    NO COPY