Dugaan Penganiayaan Pengurus Serikat Pekerja Terhadap Anggota di Tambak Serang: Korban Tempuh Jalur Hukum

SUARAGEMPUR.COM | SERANG, BANTEN – Insiden kekerasan yang melibatkan oknum pengurus serikat pekerja kembali terjadi. Seorang karyawan berinisial R diduga menjadi korban pemukulan oleh Sdr. Saripan, yang menjabat sebiagai Wakil Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) di kawasan PT Nikomas Gemilang. Peristiwa ini terjadi pada Selasa malam, 24 Februari 2026, di wilayah Tambak, Serang, Banten, Kamis (26/2/2026).

Peristiwa bermula saat Sdr. R mendatangi kediaman Saripan sekitar pukul 22.00 WIB untuk menanyakan status pengunduran dirinya dari keanggotaan serikat. R mengaku telah beberapa kali mengajukan pengunduran diri secara prosedural, namun merasa terus dipersulit oleh oknum tersebut.

Alih-alih mendapatkan penjelasan, korban diajak oleh pelaku ke sebuah warung di daerah Ketos, Tambak, untuk berbicara sambil mengonsumsi minuman beralkohol. Sekitar pukul 00.00 WIB, saat korban kembali menagih kepastian terkait surat pengunduran dirinya, pelaku tiba-tiba melakukan tindakan represif.

“Pelaku memukul bagian kepala sebelah kiri saya sebanyak tiga kali tanpa alasan yang jelas saat ditanya soal administrasi pengunduran diri,” ujar R dalam keterangannya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala dan telah melakukan visum di rumah sakit setempat sebagai bukti otentik. Korban menyatakan akan segera melayangkan laporan resmi ke pihak kepolisian (Polres/Polsek terkait) agar kasus ini diproses secara hukum pidana.

Insiden ini memicu keprihatinan terkait iklim berorganisasi di lingkungan industri. Pihak korban mendesak:

Manajemen PT Nikomas Gemilang untuk turun tangan sebagai penengah dan memberikan perlindungan kepada karyawan dari tindakan intimidasi oknum serikat.

Dewan Pimpinan SPN untuk mengevaluasi etika pengurusnya dan tidak menghalangi hak anggota yang ingin mengundurkan diri sesuai aturan yang berlaku.

Hingga rilis ini dikeluarkan, pihak pelaku maupun perwakilan serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden pemukulan tersebut. Kasus ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya profesionalisme dalam hubungan industrial di wilayah Serang, Banten.

Reporter : Riski

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NO COPY