TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Asy-Syukriyyah Qur’anic Festival (AQUFEST) 2026 resmi dimulai pada Jumat (25/9/2026) di Institut Asy-Syukriyyah, Tangerang. Kegiatan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMPIAT) Institut Asy-Syukriyyah ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Milad ke-12 HMPIAT, Kamis (1/10/2026).
Mengusung tema “Membangun Generasi Qur’ani yang Literat, Kreatif, Komunikatif, dan Berdaya Saing”, AQUFEST 2026 tidak hanya dirancang sebagai ajang kompetisi Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kapasitas, kreativitas, dan kemampuan generasi muda.
Rangkaian pembukaan diawali dengan sambutan Ketua Umum HMPIAT, Arya Imam Sofyan. Selanjutnya, AQUFEST 2026 dibuka secara resmi oleh Ust. Dahari, S.Sos., M.Pd.I., selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Institut Asy-Syukriyyah.
Dalam sambutannya, Arya menyampaikan bahwa AQUFEST diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi pelajar, santri, dan mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Menurutnya, pelaksanaan AQUFEST juga menjadi bagian dari upaya HMPIAT menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat, baik bagi peserta maupun masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Institut Asy-Syukriyyah menyambut pelaksanaan AQUFEST sebagai salah satu wadah pengembangan potensi generasi muda.
Kegiatan kemahasiswaan, kata dia, tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi, tetapi juga diharapkan mampu membangun karakter, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta semangat berprestasi.
Setelah pembukaan, hari pertama AQUFEST 2026 diisi dengan dua agenda utama, yakni Workshop Tata Kelola & Manajemen Organisasi dan kompetisi Al-Qur’an.
Workshop menghadirkan Assoc. Prof. Dr. H. Evan Hamzah Muchtar, M.E.Sy., Rektor Institut Asy-Syukriyyah, serta Ustzh. Hj. Siti Muchlisoh, S.Sos.I., Ketua Asy-Syukriyyah Training Center, sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 40 peserta. Workshop menjadi bagian dari rangkaian AQUFEST yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas peserta dalam memahami tata kelola serta manajemen organisasi.
Pada waktu yang sama, kompetisi Al-Qur’an berlangsung melalui tiga cabang, yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ/Tilawah), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), dan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK).
Berdasarkan data pendaftaran, sebanyak 36 peserta mengikuti kompetisi pada hari pertama. Rinciannya terdiri dari 10 peserta MTQ/Tilawah, 27 peserta MSQ yang tergabung dalam sembilan tim, serta satu peserta MQK.
Para peserta berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari santri, pelajar hingga mahasiswa. Data pendaftaran menunjukkan keterlibatan sejumlah lembaga pendidikan dari wilayah Tangerang dan sekitarnya, termasuk peserta yang berasal dari luar wilayah Tangerang.
Pada cabang MTQ/Tilawah, peserta menunjukkan kemampuan membaca dan melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an sesuai ketentuan perlombaan.
Sementara pada cabang MSQ, peserta tampil secara berkelompok dengan pembagian peran dalam menyampaikan syarahan Al-Qur’an. Adapun cabang MQK memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan membaca, memahami, dan menjelaskan kandungan kitab yang menjadi materi perlombaan.
Keberagaman peserta menjadi salah satu gambaran bahwa AQUFEST tidak hanya mempertemukan peserta dari satu jenjang pendidikan. Kegiatan ini juga membuka ruang interaksi antara pelajar, santri, dan mahasiswa dalam sebuah forum yang berorientasi pada pengembangan potensi Qur’ani.
Pelaksanaan hari pertama sekaligus memperlihatkan konsep AQUFEST yang memadukan kompetisi, literasi, dan pengembangan kapasitas.
Konsep tersebut sejalan dengan tema AQUFEST 2026 yang menempatkan generasi Qur’ani bukan hanya sebagai sosok yang memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga sebagai generasi yang literat, kreatif, komunikatif, serta memiliki kemampuan untuk berdaya saing.
Rangkaian AQUFEST 2026 selanjutnya akan menjadi bagian dari agenda HMPIAT dalam memperingati Milad ke-12, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas pengalaman melalui kegiatan yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan pengembangan kapasitas diri.
Reporter: Roy
Editor: Fachri





