Tanpa Sosialisasi, H Tuti Pemilik Warung di Pinggir Proyek Jalan Cisoka-Cangkudu Protes: Pemerintah dan Pemborong Diminta Bertanggung Jawab

TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Proyek perbaikan Jalan Cisoka-Cangkudu kembali mendapat sorotan. Kali ini, seorang warga yang memiliki usaha warung perabotan di pinggir jalan, H Tuti alias H Uting, memprotes rencana pembongkaran bagian jalan yang berada tepat di depan tempat usahanya, Kamis(3/9/2026).

H Uting, seorang perempuan lanjut usia yang telah lama ditinggal suami, mengaku keberatan karena menurutnya tidak ada sosialisasi terlebih dahulu dari pihak pemerintah maupun pelaksana proyek kepada warga yang terdampak, khususnya masyarakat yang memiliki bangunan atau usaha di sepanjang lokasi pekerjaan.

Warung milik H Uting berada di Kampung Cilaban, RT 013/006, Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten. Usaha perabotan tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan yang selama ini diandalkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut H Uting, dirinya mengetahui adanya rencana pembobokan jalan justru setelah menanyakan langsung kepada mandor proyek. Ia mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan sebelumnya terkait rencana pekerjaan yang berpotensi berdampak terhadap tempat usahanya.

H Uting menegaskan bahwa dirinya tidak menolak adanya perbaikan jalan. Namun, ia meminta agar pemerintah dan pihak pelaksana proyek terlebih dahulu memberikan penjelasan kepada warga, terutama mengenai dampak pekerjaan terhadap usaha maupun bangunan yang berada di pinggir jalan.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kecamatan Cisoka, Pemerintah Desa Bojongloa, serta pihak pemborong untuk turun langsung memberikan penjelasan kepada warga agar tidak terjadi kebingungan di lapangan.

“Warungnya mau dibongkar sekarang. Terus kalau dibongkar nanti kami makan dari mana, usaha bagaimana? Sudah saya sampaikan kepada mandor, silakan mau dibetulkan, tapi warung saya bagaimana? Dengan adanya pembongkaran jalan ini usaha saya terganggu. Nanti saya makan dari mana?” kata H Uting saat diwawancarai awak media, Kamis (3/9/2026).

H Uting kembali mempertanyakan minimnya komunikasi sebelum pekerjaan dilakukan. Ia mengatakan, tidak ada pihak yang datang memberikan penjelasan kepada dirinya maupun warga sekitar.

“Gak ada yang datang, malah saya yang nanya sama mandor. Katanya mau sekarang dibongkar. Nanti saya tanya anak saya dulu, dia juga belum tahu. Jangankan kompensasi, sosialisasi saja ke warga tidak ada,” tutupnya.

H Uting berharap pemerintah dan pihak pelaksana proyek tidak hanya fokus pada pembangunan fisik jalan, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan usaha dan kondisi masyarakat yang terdampak langsung oleh pekerjaan tersebut.

Ia menegaskan kembali bahwa dirinya mendukung perbaikan Jalan Cisoka-Cangkudu. Namun, menurutnya, komunikasi dan pemberitahuan kepada warga terdampak perlu dilakukan terlebih dahulu agar proses pembangunan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

(Red)

  • Related Posts

    Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah Lampung Timur, DPP KAMPUD Minta BPK RI Audit Investigatif

    BANDAR LAMPUNG | SUARAGEMPUR.COM — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD) resmi mengajukan permohonan audit investigatif kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi…

    Yasinan Malam Jumat Konsisten Lebih dari Setahun, Kantor Kecamatan Kemiri Jadi Ruang Silaturahmi

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Pengajian rutin Yasinan dan doa bersama setiap malam Jumat di Kantor Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, terus berjalan konsisten selama lebih dari satu tahun. Kegiatan keagamaan tersebut…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah Lampung Timur, DPP KAMPUD Minta BPK RI Audit Investigatif

    Dugaan Korupsi 14 Proyek Alkes RSUD KH Ahmad Hanafiah Lampung Timur, DPP KAMPUD Minta BPK RI Audit Investigatif

    Yasinan Malam Jumat Konsisten Lebih dari Setahun, Kantor Kecamatan Kemiri Jadi Ruang Silaturahmi

    Yasinan Malam Jumat Konsisten Lebih dari Setahun, Kantor Kecamatan Kemiri Jadi Ruang Silaturahmi

    Gugatan Asep Nurhidayat terhadap PT Damai Abadi Masuk PN Tangerang, Minta Rp323,9 Juta

    Gugatan Asep Nurhidayat terhadap PT Damai Abadi Masuk PN Tangerang, Minta Rp323,9 Juta

    Tanpa Sosialisasi, H Tuti Pemilik Warung di Pinggir Proyek Jalan Cisoka-Cangkudu Protes: Pemerintah dan Pemborong Diminta Bertanggung Jawab

    Tanpa Sosialisasi, H Tuti Pemilik Warung di Pinggir Proyek Jalan Cisoka-Cangkudu Protes: Pemerintah dan Pemborong Diminta Bertanggung Jawab

    Kapolresta Tangerang Diduga “Dikelabui”? Matel Masih Nongkrong di Jalan Raya Balaraja–Kresek dan Kawidaran–Cikupa, Kok Berani Ya?

    Kapolresta Tangerang Diduga “Dikelabui”? Matel Masih Nongkrong di Jalan Raya Balaraja–Kresek dan Kawidaran–Cikupa, Kok Berani Ya?

    Matel Masih Berkeliaran di Jalan Raya Serang, Rustam Effendi Pertanyakan Komitmen Polresta Tangerang

    • By Redaksi
    • September 3, 2026
    • 10 views
    Matel Masih Berkeliaran di Jalan Raya Serang, Rustam Effendi Pertanyakan Komitmen Polresta Tangerang

    NO COPY