TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Sebuah peristiwa yang disebut melibatkan sejumlah anak di wilayah Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, menjadi perhatian masyarakat. Anak-anak tersebut diduga terlibat perkelahian yang disaksikan sejumlah orang hingga oleh warga diibaratkan seperti “diadu seperti ayam”. Kamis (24/9/2026).
Peristiwa tersebut memunculkan keprihatinan sekaligus pertanyaan mengenai pengawasan dan perlindungan terhadap anak di lingkungan masyarakat.
Warga meminta kejadian tersebut tidak hanya dipandang sebagai kenakalan anak. Jika benar terdapat perkelahian yang sengaja dipertontonkan, didorong, atau bahkan diorganisasi oleh pihak tertentu, masyarakat berharap aparat melakukan penelusuran secara menyeluruh untuk mengetahui bagaimana peristiwa itu bermula dan siapa saja yang berada di lokasi.
“Anak-anak seharusnya mendapatkan perlindungan dan pembinaan, bukan dibiarkan berkelahi. Kami mempertanyakan pengawasan dari pihak-pihak terkait,” ujar seorang warga.
Perhatian warga juga diarahkan kepada Pemerintah Kecamatan Kresek, kepolisian setempat, pemerintah desa, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, serta pihak sekolah. Mereka dinilai perlu memastikan adanya langkah pencegahan dan pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Terlebih apabila anak-anak yang terlibat masih berstatus pelajar. Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan diharapkan dapat melakukan penelusuran serta berkoordinasi dengan orang tua guna mengetahui latar belakang kejadian sekaligus memastikan perlindungan terhadap anak.
Selain itu, warga meminta patroli dan pemantauan ditingkatkan, khususnya di lokasi serta waktu yang dianggap rawan menjadi tempat berkumpulnya anak-anak.
Penanganan terhadap anak yang terlibat diharapkan tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak, pembinaan, dan pencarian akar persoalan. Namun demikian, apabila ditemukan indikasi adanya pihak lain yang memfasilitasi, mendorong, atau mengorganisasi perkelahian tersebut, masyarakat berharap hal itu turut ditelusuri sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat juga meminta Pemerintah Kecamatan Kresek dan aparat kepolisian memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut, termasuk waktu dan lokasi pasti, jumlah anak yang terlibat, ada atau tidaknya korban, serta langkah yang telah dilakukan setelah peristiwa tersebut diketahui.
Hingga berita ini diterbitkan, SUARAGEMPUR.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pemerintah Kecamatan Kresek, kepolisian, Pemerintah Desa Jengkol, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, pihak sekolah, serta pihak terkait lainnya.
Redaksi





