Diduga SPBU Manipulasi Barcode Pertalite untuk Tekan Pembelian Pertamax

SUARAGEMPUR.COM | Kabupaten Tangerang – Sebuah kejadian yang mencurigakan terjadi di SPBU 34.156.08, yang berlokasi di Jalan Raya Kresek, No. 69, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten. Insiden ini melibatkan seorang konsumen, Rustam Efendi, yang diduga menjadi korban praktik manipulasi sistem barcode untuk memaksa pembelian bahan bakar jenis Pertamax, meskipun pada awalnya dia berniat mengisi Pertalite. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Kronologi insiden bermula saat Rustam Efendi datang ke SPBU tersebut untuk mengisi bahan bakar Pertalite. Sesaat setelah ia meminta pengisian, petugas meminta barcode kendaraan untuk memulai proses pengisian. Setelah itu, petugas menyampaikan sebuah pertanyaan yang cukup mengherankan, “Mau isi berapa, Pak?” tanya pelayan. Efendi menjawab, “Dua ratus ribu dek.” Dengan maksud mengisi bahan bakar senilai Rp.200.000, Efendi merasa kebingungan ketika petugas menjelaskan bahwa pengisian tersebut tidak bisa dilakukan.

Pak, tidak bisa isi 200 ribu. Kalau mau, bisa 100 ribu saja,” ungkap petugas tersebut, seperti yang diceritakan oleh Efendi.

Keheranan Efendi semakin menjadi-jadi. Merasa ada yang janggal, dia meminta agar seorang atasan dipanggil untuk memberikan penjelasan lebih lanjut. Tidak lama kemudian, seorang pria bernama Herman yang mengaku sebagai bagian dari kasir SPBU, datang dan memberikan penjelasan. Namun, penjelasan itu malah menambah kebingungannya.

Saya sudah scan barcode, kenapa tiba-tiba tidak bisa mengisi 200 ribu?” tanya Efendi dengan penuh keheranan.

Herman kemudian mengklarifikasi bahwa untuk dapat mengisi Pertalite dalam jumlah yang diminta, konsumen harus menggunakan barcode kendaraan dan melakukan pemindaian sebanyak dua kali. “Bisa, Pak, harus pakai barcode motor, namun harus dua kali scan,” jawab Herman, sebagaimana diceritakan oleh Efendi.

Penjelasan tersebut jelas membingungkan dan menimbulkan kecurigaan lebih lanjut. Pasalnya, sistem barcode yang diterapkan di SPBU seharusnya tidak membatasi jumlah pembelian untuk bahan bakar jenis Pertalite. Rustam pun menyampaikan keheranannya, “Kalau Pertamax tidak dicampur, saya akan mengisi Pertamax. Tapi ini saya ingin mengisi Pertalite, kenapa barcode-nya malah bermasalah?”

Saya curiga, apakah SPBU sengaja membuat kesalahan pada barcode Pertalite agar kami, para pelanggan, beralih membeli Pertamax yang lebih mahal?” ujar Efendi dengan penuh tanda tanya.

Insiden ini telah memunculkan dugaan bahwa ada upaya sistematis untuk mendorong konsumen membeli Pertamax, yang harganya lebih tinggi dibandingkan dengan Pertalite. Jika dugaan ini terbukti benar, maka praktik tersebut bisa dianggap sebagai salah satu bentuk penipuan yang merugikan konsumen dan berpotensi melanggar peraturan yang ada.

Sejauh ini, pihak pengelola SPBU yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden ini. Rustam Efendi pun menyatakan akan melaporkan kejadian tersebut kepada instansi yang berwenang. Ia berharap pihak berwenang dapat segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap apakah ada unsur manipulasi harga atau penipuan yang merugikan hak konsumen. (Red)

Related Posts

Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Hampir dua minggu sejak kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke PT Yifang CME pada 30 Juli 2026, dugaan pelanggaran hak pekerja upah di bawah UMK,…

PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Persoalan hubungan industrial kembali mencuat di PT Tunas Alfin Plant 2, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Seorang pekerja bernama Olivia Jeremia mengaku mengalami skorsing tanpa upah, tidak dapat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda Melewatkan

Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

  • By Redaksi
  • Agustus 12, 2026
  • 7 views
Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

NO COPY