Bertahun-Tahun Menanti Uluran Tangan, Air Mata Herniawati, Anak Yatim Piatu di Kabupaten Serang, Belum Juga Dilihat Pemerintah

KABUPATENSERANG|SUARAGEMPUR.COM – Di balik geliat pembangunan yang terus berjalan, masih tersimpan kisah pilu yang luput dari perhatian. Herniawati, seorang anak yatim piatu yang tinggal di Kampung Sanding RT 01/RW 01, Desa Sanding, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, hingga kini masih berjuang menjalani hidup dalam keterbatasan ekonomi tanpa pernah merasakan bantuan yang diharapkannya, Jum’at (10/7/2026).

Sehari-hari, Herniawati bekerja sebagai buruh cuci di salah satu pondok pesantren dengan penghasilan yang tidak menentu. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Mimpi memiliki rumah yang layak huni masih menjadi harapan yang belum juga terwujud.

Ironisnya, meski hidup dalam kondisi serba kekurangan, Herniawati mengaku belum pernah menerima bantuan sosial maupun program rumah layak huni. Padahal, sebagai anak yatim piatu yang hidup sendiri tanpa orang tua, ia termasuk warga yang sangat membutuhkan perhatian.

“Jangankan untuk membangun rumah, untuk makan sehari-hari saja kami masih kesulitan,” ujar seorang warga sekitar kepada awak media.

Saat ini Herniawati tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan biaya sewa sekitar Rp300 ribu per bulan. Kondisi bangunan yang ditempatinya dinilai jauh dari kata layak. Dengan penghasilan yang pas-pasan, ia hanya mampu bertahan hidup sambil terus berharap ada kepedulian dari pemerintah.

Adiknya, Fatmawati, mengungkapkan bahwa sang kakak sudah lama mendambakan bantuan rumah layak huni maupun bantuan sosial lainnya. Namun hingga kini, harapan tersebut belum juga menjadi kenyataan.

“Kami berharap kepada Kepala Desa Sanding, Pemerintah Kecamatan Petir, Pemerintah Kabupaten Serang melalui dinas terkait, hingga pemerintah pusat agar dapat melihat kondisi kakak kami. Kami hanya ingin bisa hidup lebih layak dan memiliki tempat tinggal yang aman,” tutur Fatmawati.

Dengan mata berkaca-kaca, Fatmawati mengaku sedih melihat perjuangan kakaknya yang harus menghadapi kerasnya kehidupan seorang diri. Sebagai anak yatim piatu, Herniawati hanya mengandalkan tenaganya sebagai buruh cuci untuk bertahan hidup.

Menurut keluarga, rumah kontrakan yang ditempati saat ini sudah tidak lagi memberikan rasa aman. Kondisinya yang memprihatinkan membuat mereka terus dihantui kekhawatiran setiap hari.

“Kami hanya berharap ada perhatian dari pemerintah. Rumah yang kami tempati sudah hampir tidak layak dihuni. Kami ingin memiliki tempat tinggal yang aman dan layak seperti masyarakat lainnya,” ucap Fatmawati.

Kisah Herniawati menjadi potret bahwa masih ada warga kecil yang belum tersentuh bantuan, meski berbagai program sosial dan pembangunan terus digulirkan. Keluarga berharap pemerintah desa, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat dapat turun langsung melihat kondisi yang mereka alami.

Harapan mereka sangat sederhana: bukan meminta kemewahan, melainkan kesempatan untuk hidup lebih layak, memiliki rumah yang aman, serta merasakan kehadiran negara di saat benar-benar membutuhkan.

Semoga kisah ini mampu mengetuk hati semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat yang memiliki kepedulian. Sebab, setiap warga negara berhak mendapatkan kehidupan yang layak serta merasakan hadirnya negara dalam setiap kesulitan yang mereka hadapi, (Red)

 

  • Related Posts

    Panitia Jambore Nasional Ketahanan Pangan Pemuda Resmi Dibentuk, Drs. Cecep Pria Erawan Ditunjuk sebagai Ketua

    SERANG, BANTEN| SUARAGEMPUR.COM – Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) resmi menetapkan struktur kepanitiaan Jambore Nasional Ketahanan Pangan Pemuda sebagai langkah awal penyelenggaraan agenda nasional yang bertujuan…

    Bahas Izin Lingkungan hingga Dugaan Upah Murah PT Trimukti Sukses Nusantara, Media Suara Gempur Wawancarai Lurah Cisait

    SERANG|SUARAGEMPUR.COM – Aktivitas operasional PT Trimukti Sukses Nusantara (PT TSN) yang berlokasi di Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, menjadi sorotan terkait pemenuhan regulasi perizinan lingkungan serta kesejahteraan tenaga kerja…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Bertahun-Tahun Menanti Uluran Tangan, Air Mata Herniawati, Anak Yatim Piatu di Kabupaten Serang, Belum Juga Dilihat Pemerintah

    Bertahun-Tahun Menanti Uluran Tangan, Air Mata Herniawati, Anak Yatim Piatu di Kabupaten Serang, Belum Juga Dilihat Pemerintah

    Panitia Jambore Nasional Ketahanan Pangan Pemuda Resmi Dibentuk, Drs. Cecep Pria Erawan Ditunjuk sebagai Ketua

    Panitia Jambore Nasional Ketahanan Pangan Pemuda Resmi Dibentuk, Drs. Cecep Pria Erawan Ditunjuk sebagai Ketua

    Bahas Izin Lingkungan hingga Dugaan Upah Murah PT Trimukti Sukses Nusantara, Media Suara Gempur Wawancarai Lurah Cisait

    Bahas Izin Lingkungan hingga Dugaan Upah Murah PT Trimukti Sukses Nusantara, Media Suara Gempur Wawancarai Lurah Cisait

    Aksi Damai Apkasindo Pesisir Barat Tuntut PT KCMU Dibubarkan, Koptanala Bantah Tuduhan dan Klaim Penguasaan Lahan Ilegal

    Aksi Damai Apkasindo Pesisir Barat Tuntut PT KCMU Dibubarkan, Koptanala Bantah Tuduhan dan Klaim Penguasaan Lahan Ilegal

    Polres Serang Tingkatkan Kasus Dugaan Penganiayaan ke Tahap Penyidikan, Kuasa Hukum Pelapor Apresiasi Kinerja Penyidik

    Polres Serang Tingkatkan Kasus Dugaan Penganiayaan ke Tahap Penyidikan, Kuasa Hukum Pelapor Apresiasi Kinerja Penyidik

    Perundingan Bipartit PT EBT Plumbing Supply Buntu, Serikat Pekerja Ancam Tempuh Jalur Hukum

    Perundingan Bipartit PT EBT Plumbing Supply Buntu, Serikat Pekerja Ancam Tempuh Jalur Hukum

    NO COPY