Diduga Asal Jadi, Proyek Pemagaran TPU Kampung Renged Sarat Kejanggalan dan Minim Pengawasan

SUARAGEMPUR.COM | Kabupaten Tangerang — Proyek pemagaran Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Renged, RT 001 RW 001, Desa Renged, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Proyek senilai Rp119 juta yang seharusnya menjadi upaya peningkatan fasilitas publik, justru diduga dikerjakan secara asal-asalan tanpa pengawasan teknis yang memadai dari Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang.

Proyek ini tercantum dalam Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor 55.2/020.p/SPK-DPPP/2025 tertanggal 3 Juni 2025, dengan panjang pekerjaan 48,50 meter dan jangka waktu pelaksanaan selama 30 hari kalender oleh pelaksana CV Zia Rizki Bahari. Namun, sejak awal kegiatan berjalan, indikasi ketidaksesuaian teknis sudah tampak di permukaan.

Hasil pantauan lapangan pada Selasa (24/06/2025) menunjukkan bahwa tahapan pekerjaan, mulai dari penggalian hingga pembangunan pondasi, terindikasi tidak mengacu pada spesifikasi standar konstruksi. Tak terlihat adanya pondasi cakar ayam sebagai struktur penguat, dan penggunaan material seperti besi pun memunculkan keraguan dari sisi kualitas maupun dimensi. Besi yang digunakan diduga hanya besi ukuran 10 banci—yang secara kekuatan tidak layak menopang struktur pagar permanen.

Ironisnya, standar keselamatan kerja (K3) pun diabaikan. Para pekerja tampak beraktivitas tanpa mengenakan perlengkapan pelindung dasar seperti helm, sepatu proyek, atau rompi pengaman—sebuah pelanggaran mendasar dalam pekerjaan konstruksi.

Saat dimintai keterangan, salah satu pekerja justru memberikan jawaban yang memperkeruh dugaan praktik proyek abal-abal. “Ini proyek punyanya Paris, ketua Katar. Langsung hubungi aja orangnya,” ujarnya singkat.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Paris atau Faris yang disebut sebagai penanggung jawab kegiatan justru menghindar dan melemparkan tanggung jawab. “Kontek Nedi aja, Bro,” tulisnya. Namun, saat dihubungi, Nedi pun tidak memberikan keterangan jelas. “Saya gak nge-backup kampung. Bos itu cuma ngomong doang ke saya, tapi gak ngasih duit buat rekan-rekan ngopi. Katanya kalau ada apa-apa, dikabarin,” ucap Nedi santai, seolah menggambarkan bahwa proyek dijalankan tanpa struktur koordinasi yang jelas.

Fenomena saling lempar tanggung jawab ini makin menguatkan dugaan bahwa proyek dilaksanakan tanpa mekanisme pengawasan yang tegas dan transparan.

Menyikapi hal ini, Jamin, Kepala Divisi Investigasi dan Analisa LSM APKAN-RI DPW Banten, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaksanaan proyek yang dinilainya jauh dari kata layak.

“Dari investigasi kami di lapangan, pekerjaan ini sangat tidak sesuai spesifikasi teknis. Pondasi digali seadanya, diduga tidak menggunakan cakar ayam, dan kualitas besinya patut dipertanyakan. Ini jelas tidak hanya merugikan keuangan negara, tapi juga mencederai nilai tanggung jawab publik,” tegas Jamin.

Ia juga mengkritik keras ketidakhadiran pengawas dari Dinas Perkim yang seharusnya memastikan kualitas dan akuntabilitas proyek. “Absennya pengawasan dari pihak dinas maupun PPTK menandakan lemahnya kontrol. Jika dibiarkan, praktik seperti ini berpotensi menjadi lahan bancakan anggaran dengan dalih pembangunan,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perkim Kabupaten Tangerang belum memberikan klarifikasi resmi maupun tanggapan atas dugaan kelalaian dalam pengawasan proyek tersebut.

(Tim)

  • Related Posts

    Diduga Upah di Bawah UMK hingga Jaminan Kecelakaan Kerja Dipersoalkan, KSPSI Soroti Pekerja Outsourcing di PT Global Printpack Indonesia

    SUARAGEMPUR.COM | TANGERANG — Dugaan persoalan ketenagakerjaan mencuat di lingkungan PT Global Printpack Indonesia, perusahaan yang beralamat di Jl. Raya Pajajaran/Jl. Pasir Randu No. 98, RT 003/RW 003, Desa Kadu, Kecamatan…

    Ketua PC F SP PPMI KSPSI Tangerang Antar Tembusan Somasi ke Pengawas Disnaker Banten, Siap Gelar Aksi di PT Tunas Alfin

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Ketua PC F SP PPMI KSPSI Kabupaten Tangerang, Moh Januri, S.H., mengantarkan langsung tembusan surat somasi kepada UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Kabupaten Tangerang, Dinas Tenaga…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Diduga Upah di Bawah UMK hingga Jaminan Kecelakaan Kerja Dipersoalkan, KSPSI Soroti Pekerja Outsourcing di PT Global Printpack Indonesia

    • By EKO
    • September 28, 2026
    • 7 views
    Diduga Upah di Bawah UMK hingga Jaminan Kecelakaan Kerja Dipersoalkan, KSPSI Soroti Pekerja Outsourcing di PT Global Printpack Indonesia

    Sentuhan Empati Kapolda Banten, Pelajar Korban Jambret HP di Walantaka Dapat Sepeda Listrik

    • By EKO
    • September 28, 2026
    • 7 views
    Sentuhan Empati Kapolda Banten, Pelajar Korban Jambret HP di Walantaka Dapat Sepeda Listrik

    Dorong Kesejahteraan Nelayan, Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Desa Lontar Diserahterimakan

    Dorong Kesejahteraan Nelayan, Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Desa Lontar Diserahterimakan

    Ketua PC F SP PPMI KSPSI Tangerang Antar Tembusan Somasi ke Pengawas Disnaker Banten, Siap Gelar Aksi di PT Tunas Alfin

    Ketua PC F SP PPMI KSPSI Tangerang Antar Tembusan Somasi ke Pengawas Disnaker Banten, Siap Gelar Aksi di PT Tunas Alfin

    BPBD Lampung Tegaskan Proyek Rp2,92 Miliar di Pringsewu Sesuai Aturan, PPK Bantah Dugaan Cacat Administrasi

    BPBD Lampung Tegaskan Proyek Rp2,92 Miliar di Pringsewu Sesuai Aturan, PPK Bantah Dugaan Cacat Administrasi

    MBG Harus Berbenah: Menjaga Gizi, Anggaran, dan Amanah Publik

    MBG Harus Berbenah: Menjaga Gizi, Anggaran, dan Amanah Publik

    NO COPY