SUARAGEMPUR.COM | SERANG — Rapat musyawarah pembentukan panitia dan penguatan organisasi yang digelar di Posko Humas MADA Kota Serang menghasilkan sejumlah keputusan strategis sebagai pijakan arah gerak organisasi ke depan. Forum yang berlangsung dalam suasana kebersamaan dan menjunjung tinggi prinsip musyawarah mufakat ini menegaskan komitmen untuk mempercepat konsolidasi menuju pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda), Minggu (3/5/2026).
Salah satu keputusan utama adalah penunjukan Oyo Suaryo (Bogie) sebagai Ketua Pelaksana kegiatan. Penetapan tersebut didasarkan pada pengalaman serta kapasitasnya dalam mengelola agenda organisasi. Untuk mendukung kinerja kepanitiaan, forum juga menetapkan Andi Baraba sebagai Bendahara dan Cecep Suhemi sebagai Sekretaris. Struktur awal ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang solid dan profesional.
Rapat turut menekankan urgensi pembentukan panitia Musda sebagai langkah awal konsolidasi organisasi secara menyeluruh. Panitia yang terbentuk nantinya akan bertanggung jawab dalam perencanaan, koordinasi, hingga pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan Musda secara sistematis dan terukur.
Di sisi lain, penguatan koordinasi MARCAP di tingkat kecamatan menjadi perhatian penting. Setiap wilayah didorong untuk meningkatkan intensitas komunikasi dan sinergi guna memperkuat basis organisasi dari tingkat bawah. Strategi ini dinilai krusial dalam menciptakan konsolidasi yang merata dan berkelanjutan.
Dalam aspek internal, forum juga melakukan evaluasi terhadap struktur kepengurusan MADA. Perubahan posisi dimungkinkan berdasarkan kesepakatan bersama demi meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi. Langkah ini mencerminkan sikap adaptif organisasi dalam menghadapi dinamika dan tantangan ke depan.
Komitmen terhadap regenerasi turut menjadi fokus pembahasan. Organisasi sepakat memperkuat program kaderisasi dengan mendorong partisipasi aktif anggota baru dalam kegiatan KKPMP. Upaya ini dipandang penting untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperluas basis kader.
Dinamika rapat berlangsung terbuka dan inklusif, di mana seluruh peserta diberikan ruang yang setara untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan usulan. Prinsip kesetaraan tercermin dalam jalannya diskusi yang tetap produktif dan konstruktif.
Peserta juga menegaskan bahwa kontribusi terhadap organisasi tidak semata diukur dari kehadiran fisik, melainkan juga dari ide, gagasan, serta pengalaman yang dapat memperkuat program kerja. Penekanan ini menunjukkan orientasi organisasi pada substansi, bukan sekadar formalitas.
Ke depan, struktur kepanitiaan akan dilengkapi dengan berbagai bidang pendukung guna memastikan seluruh agenda berjalan optimal dan profesional. Setiap elemen organisasi diharapkan mampu menjalankan peran dan tanggung jawabnya secara maksimal.
Rapat ditutup dengan harapan agar seluruh keputusan yang telah disepakati dapat direalisasikan secara konkret. Semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan loyalitas menjadi landasan utama dalam mengawal langkah organisasi menuju agenda Musda yang sukses, (Red).
