SUARAGEMPUR.COM| SERANG, BANTEN — Suasana penuh khidmat dan kebahagiaan menyelimuti kediaman mempelai wanita di Lingkungan Sadik, RT 15/RW 04, Kelurahan Pageragung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten. Pada Rabu malam Kamis, 10 Juni 2026 (24 Dzulhijjah 1447 H), telah berlangsung akad nikah sekaligus resepsi pernikahan pasangan berbahagia, Mulyanah (Momoy) dan Alwis (Al), Kamis(11/6/2026).
Mulyanah merupakan putri dari pasangan Bapak Misna (almarhum) dan Ibu Mudiati (MU) dari Serang, Banten. Sementara itu, Alwis adalah putra dari pasangan Bapak Idrus (almarhum) dan Ibu Salihan yang berasal dari Bukittinggi.
Rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung lancar, tertib, dan penuh kehangatan. Kehadiran sanak saudara, tetangga, serta kerabat dari berbagai daerah turut menambah kebahagiaan kedua mempelai yang kini resmi mengikat janji suci sebagai suami istri.
Tak hanya prosesi pernikahan, momentum berbahagia ini juga dirangkaikan dengan acara Walimatul Khitan untuk M. Deva Mahendra, putra dari Bapak Indra Suhendra (Doyok) dan Ibu Lilis Sukaesih (Lilis), sehingga semakin mempererat nuansa kekeluargaan dalam satu rangkaian acara.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Edi Gunawan, S.L.P., M.Si. bersama keluarga besar dari Bekasi hadir langsung mendampingi kedua mempelai di atas pelaminan, sekaligus memberikan doa restu.
“Kami, selaku perwakilan keluarga dari Bekasi, mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada Mulyanah dan Alwis. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan keberkahan, serta menjadikan pernikahan ini sebagai keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah hingga akhir hayat,” ujar Edi Gunawan.
Acara resepsi ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama. Pihak keluarga besar, baik dari keluarga Bapak Mad Buang dan Ibu Mudiati (Serang-Banten), maupun keluarga Bapak Idrus (almarhum) dan Ibu Salihan (Bukittinggi), menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan, khususnya para kerabat yang telah menempuh perjalanan jauh untuk memberikan doa restu secara langsung.
Momen sakral ini menjadi simbol awal perjalanan baru bagi kedua mempelai dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan penuh keberkahan.
Redaksi





