Pj Gubernur Banten Al Muktabar, Cegah Penyalahgunaan Narkoba Harus Sampai Tingkat Rumah Tangga

Serang || Suaragempur.com – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan pencegahan penyalahgunaan narkoba harus sampai tingkatan terkecil (rumah tangga). Semua pihak perlu meningkatkan kolaborasi dalam memerangi peredaran narkoba di Provinsi Banten. Peredaran narkoba sudah masuk kategori darurat, dalam penanganannya harus ekstra.

Hal itu diungkap Al Muktabar usai mengikuti kampanye edukasi publik dan pemberian penghargaan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2024 tingkat Provinsi Banten oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten, di Aston Hotel, Rabu (3/7/2024) dengan tema Masyarakat Bergerak, Bersama Melawan Narkoba Mewujudkan Indonesia Bersinar.

Al Muktabar menjelaskan, dengan diberikannya penghargaan kepada hampir seluruh Pemda, Instansi Vertikal, Lembaga Pendidikan serta Tokoh Masyarakat ini, mengindikasikan jika pencegahan peredaran narkoba itu sejatinya sudah dilakukan secara bersama-sama.

“Semua lembaga pada hakikatnya sudah menyatakan perang terhadap narkoba. Tinggal kita mensosialisasikannya sampai tingkatan terkecil yakni rumah tangga,” katanya.

Pada posisi ini, tokoh masyarakat dan tokoh agama memegang peranan penting untuk bisa memberikan edukasi, sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya pengetahuan terkait bahaya narkoba.

“Langkah-langkah seperti ini harus terus digiatkan, karena ini merupakan modal sosial kita dalam rangka menjalankan berbagai agenda pembangunan di Provinsi Banten,” ujarnya.

Kepala BNNP Banten Rohmad Nursahid mengatakan, BNN tidak bisa bekerja sendiri dalam melakukan pencegahan peredaran narkoba ini. Maka dari itu, kolaborasi semua pihak menjadi salah satu kunci penting dalam memerangi narkoba.

“Untuk itu kami memberikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak dari mulai instansi pemerintah, lembaga vertikal, aparat penegak hukum, bea cukai, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah banyak membantu kami dalam bekerja,” jelasnya.

Dikatakan Rohmad, dalam melakukan sosialisasi pencegahan, BNNP Banten saat berkolaborasi bersama MUI dan Kemenag agar para tokoh agama juga bisa ikut berperan aktif, baik yang disampaikan melalui kegiatan agama maupun ibadah rutin atau khutbah jumat.

“Kemudian untuk di tingkat masyarakat, kami sudah membentuk sebuah forum atau komunitas di setiap desa yang kita bina untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba serta proses pencegahan lainnya,” ucapnya.

(red)

 

  • Related Posts

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM – Sebuah pesan yang diduga disampaikan oleh seorang bidan di dalam grup WhatsApp yang beranggotakan ibu hamil menuai polemik. Pasalnya, pesan tersebut berisi peringatan kepada peserta BPJS…

    Rumah Warga Desa Kemiri Roboh, Camat Rudi HK Pastikan Penanganan dan Bantuan Segera Direalisasikan

    KABUPATEN TANGERANG| SUARAGEMPUR.COM – Camat Kemiri, Rudi Hadikarsono (Rudi HK), didampingi petugas Trantib Satpol PP Kecamatan Kemiri, Kepala Desa Kemiri Suhud, serta Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB), mengunjungi kediaman Ibu…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

    NO COPY