Rakyat Makan Nasi Garam, Disnaker Pesta Uang Rakyat Rp2,6 Miliar Hanya untuk Konsumsi Pelatihan dan Seragam

SUARAGEMPUR.COM | TANGERANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang tengah disorot tajam. Bukan karena prestasi, melainkan lantaran dugaan korupsi berjamaah yang makin menggila. Institusi yang seharusnya menjadi motor peningkatan kualitas tenaga kerja ini, justru ditengarai menjadi ladang basah bagi oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk menggarong uang rakyat.Senin (16/6/25 )

Hanya untuk konsumsi dan seragam pelatihan kerja, Disnaker menguras anggaran mencapai Rp2.636.496.000 dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2025. Angka fantastis ini memicu gelombang pertanyaan: apakah realistis biaya makan-minum pelatihan menyedot dana miliaran rupiah?

Berdasarkan data dari sistem informasi pengadaan, berikut rincian anggaran yang dinilai janggal. Belanja Makanan & Minuman Pelatihan PBK & MTU Gelombang 1–4
Total: Rp1.900.260.000
Gelombang 1: Rp78.030.000
Gelombang 2: Rp594.000.000
Gelombang 3: Rp594.000.000
Gelombang 4: Rp634.230.000

Pembelian Seragam Peserta Pelatihan: Rp632.000.000
Belanja Konsumsi Tambahan (BLK Jayanti, Kosambi, MTU): Rp736.236.000
Jayanti Gelombang 2: Rp202.878.000
Jayanti Gelombang 3: Rp202.878.000
Kosambi: Rp91.800.000
MTU: Rp119.340.000
MTU Gelombang 3: Rp119.340.000

Lebih ironis lagi, menu konsumsi yang disajikan seperti ayam bakar, rendang, rolade, pastel, onde-onde, hingga keripik pisang terkesan mewah untuk standar pelatihan, namun diduga menjadi kamuflase untuk praktik markup biaya. Hitungan kasar menunjukkan satu paket konsumsi per peserta bisa menembus angka ratusan ribu rupiah per hari.

Namun, hasil dari pelatihan itu? Hampir tidak terlihat. Tak ada peningkatan signifikan dalam kualitas atau penyerapan tenaga kerja. Ini memunculkan dugaan kuat bahwa pelatihan hanya dijadikan bungkus formal untuk memuluskan praktik penggelembungan anggaran yang sistematis dan massif.

Skema E-Purchasing, yang seharusnya menjamin efisiensi dan transparansi, malah disinyalir telah disalahgunakan. Ada indikasi kuat bahwa proses ini hanya formalitas untuk meloloskan penyedia tertentu yang sudah “diatur”, membentuk lingkaran korupsi yang terstruktur dan mengakar.

Yang makin menyakitkan, praktik ini terjadi di tengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang terjepit. Harga kebutuhan pokok terus melonjak, pengangguran meningkat, dan daya beli rakyat melemah. Sementara rakyat berjuang untuk makan nasi garam, Disnaker justru pesta uang rakyat.

Apakah pemerintah daerah tidak melihat penderitaan rakyatnya? Apakah mereka buta atau sengaja menutup mata demi kenyamanan di balik meja anggaran?

Untuk menelusuri kebenaran dugaan ini, tim redaksi Suaragempur mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang guna mengkonfirmasi langsung kepada Kepala Dinas, Rudi Hartono. Namun, menurut keterangan staf di kantor tersebut, beliau sedang berada di Serpong untuk mengikuti rapat.

Upaya konfirmasi tetap akan dilanjutkan, karena masyarakat berhak tahu ke mana uang pajaknya dibelanjakan.

Masyarakat sudah lelah melihat uang rakyat disalahgunakan demi kepentingan segelintir elit birokrat. Dana yang seharusnya digunakan untuk menciptakan lapangan kerja dan pelatihan yang berdampak nyata, malah dibelanjakan untuk proyek seremonial yang sarat dugaan korupsi.

Desakan agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Inspektorat Daerah, hingga Kejaksaan segera turun tangan semakin menggema. Audit menyeluruh terhadap proyek-proyek Disnaker diperlukan untuk menguak adanya praktik gratifikasi, suap, atau kolusi terselubung.

Kini, publik menanti ketegasan Bupati Tangerang dan Kepala Disnaker. Apakah berani membersihkan institusinya dari aroma busuk korupsi, atau justru akan membiarkan pembusukan ini semakin menjadi-jadi?

Tanpa langkah tegas, Pemerintah Kabupaten Tangerang terancam kehilangan kepercayaan masyarakat. Jika dibiarkan, Disnaker tak ubahnya menjadi simbol kemewahan semu di atas penderitaan rakyat.

Red.Suaragempur.com

  • Related Posts

    PAMINAL Polda Lampung Panggil Moh Asnawi, S.H., Kuasa Hukum Belum Hadir Karena Tugas Dinas di Jakarta  

    BANDAR LAMPUNG| SUARAGEMPUR.COM – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Lampung terus melanjutkan langkah penyelidikan terkait dugaan pelanggaran etik dan penyalahgunaan wewenang dalam kasus meninggalnya almarhum Joni Iskandar. Unit I…

    Ismail Minak Serajo mengajak Perkuat Persaudaraan Anak Jabung di Rantau, Jangan Baru Kompak Saat Ada Masalah  

    TANGERANG| SUARAGEMPUR.COM – Tokoh Paguyuban Anak Jabung di Rantau, Ismail Minak Serajo, mengajak seluruh warga asal Jabung yang berada di perantauan untuk terus menjaga kekompakan dan mempererat tali persaudaraan setiap…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Kurir Paket Mengaku Ditodong Pria Diduga Bersenjata Api di Jalan Makam Keramat Iwul, Uang Rp3,5 Juta Raib

    Kurir Paket Mengaku Ditodong Pria Diduga Bersenjata Api di Jalan Makam Keramat Iwul, Uang Rp3,5 Juta Raib

    PAMINAL Polda Lampung Panggil Moh Asnawi, S.H., Kuasa Hukum Belum Hadir Karena Tugas Dinas di Jakarta  

    PAMINAL Polda Lampung Panggil Moh Asnawi, S.H., Kuasa Hukum Belum Hadir Karena Tugas Dinas di Jakarta   

    Ismail Minak Serajo mengajak Perkuat Persaudaraan Anak Jabung di Rantau, Jangan Baru Kompak Saat Ada Masalah  

    Ismail Minak Serajo mengajak Perkuat Persaudaraan Anak Jabung di Rantau, Jangan Baru Kompak Saat Ada Masalah   

    Nekat Buka Meski Disegel, Ketua DPRD Kota Serang Pimpin Sidak THM, Puluhan Miras dan Pemandu Lagu Diamankan

    Nekat Buka Meski Disegel, Ketua DPRD Kota Serang Pimpin Sidak THM, Puluhan Miras dan Pemandu Lagu Diamankan

    Selamat! Camat Kemiri Rudi HK Berhasil Lulus Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan IPDN

    Selamat! Camat Kemiri Rudi HK Berhasil Lulus Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan IPDN

    MAT PECI Serahkan Donasi Hasil Penggalangan Dana kepada Korban Kebakaran di Desa Cisereh, Wujud Kepedulian Nyata untuk Sesama

    MAT PECI Serahkan Donasi Hasil Penggalangan Dana kepada Korban Kebakaran di Desa Cisereh, Wujud Kepedulian Nyata untuk Sesama

    NO COPY