SUARAGEMPUR.COM| LAMPUNG TIMUR – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga almarhum Joni Iskandar. Di tengah suasana berkabung, sang istri, Apriliani Niken Pratiwi, mengungkap kronologi kejadian yang menimpa suaminya di hadapan aparat kepolisian yang datang melayat, Jum’at(5/6/2026).
Peristiwa tersebut disampaikan langsung oleh Apriliani saat menerima kedatangan jajaran Polda Lampung, yang dipimpin Kasubdit III Jatanras, AKBP Ujang Supriyanto, bersama rombongan di rumah duka.
Dalam penuturannya, Apriliani mengaku terakhir kali melihat suaminya dalam kondisi sehat saat dibawa oleh anggota Polresta Bandar Lampung. Bahkan, ia sempat merekam momen tersebut sebagai dokumentasi.
“Saat itu suami saya dibawa dalam keadaan sehat. Saya juga sempat menitipkan kepada anggota polisi agar suami saya dijaga dan tidak terjadi apa-apa,” ungkap Apriliani dengan suara bergetar.
Namun, harapan itu pupus. Joni Iskandar justru dipulangkan dalam kondisi tidak bernyawa.
Apriliani juga memperlihatkan video saat suaminya dibawa oleh petugas, yang menurutnya menjadi bukti bahwa korban dalam keadaan baik sebelum diamankan.
Tak hanya itu, ia turut menunjukkan sejumlah foto kondisi terakhir almarhum. Dari foto-foto tersebut, terlihat adanya luka lebam yang diduga akibat benturan benda tumpul, serta indikasi patah tulang.
Yang lebih mengundang keprihatinan, keluarga menemukan adanya luka pada bagian sensitif tubuh korban yang diduga akibat tindakan kekerasan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Jabung, Sukuriya Kusuma, yang turut hadir dalam momen tersebut menyampaikan bahwa rombongan kepolisian datang dengan membawa bantuan.
“Sekitar 20 orang dari Polda Lampung datang dipimpin AKBP Ujang. Mereka membawa sembako, air mineral sekitar 20 dus, serta uang santunan sebesar Rp5 juta,” ujar Sukuriya.
Meski demikian, kehadiran rombongan tersebut justru memunculkan polemik di tengah masyarakat. Sejumlah pihak menilai, bantuan yang diberikan tidak sebanding dengan luka mendalam yang dirasakan keluarga korban.
Hingga saat ini, pihak keluarga masih menanti kejelasan dan proses hukum yang transparan terkait penyebab pasti kematian Joni Iskandar.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik dan memicu tuntutan agar dilakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan tindakan kekerasan oleh oknum aparat yang di lakukan atas perintah Kapolda Lampung Pelaku Begal Tembak Ditempat, (Red).







