Kecamatan Balaraja Luncurkan Operasi Pekat Hebat Jasa untuk Tekan Penyakit Masyarakat

Kabupaten Tangerang || suaragempur.com – Sejumlah pemangku kepentingan berkumpul di Aula atas kantor Kecamatan Balaraja, dalam rangka menggelar rapat koordinasi pada Kamis, 03 Oktober 2024. Yang diadakan untuk mengatasi dan meningkatkan ketentraman serta ketertiban di seluruh wilayah Kecamatan Balaraja.

Dalam rapat tersebut mengumumkan peluncuran Operasi Pekat Hebat Jasa. Diantaranya, upaya menekan maraknya penyakit masyarakat khususnya praktik asusila bermoduskan Open BO (Booking Out), permasalahan sampah, serta kesiapan menjelang pesta demokrasi Pilkada. Rapat yang dipimpin oleh Camat Balaraja, Willy Patria, SE.,MSi, yang dihadiri Polsek Balaraja dan Kasi Pol PP beserta jajaran, PLT Kelurahan Balaraja, Kepala Desa Saga, MUI, FKDM, FPK, dan perwakilan desa se-Kecamatan Balaraja, bertujuan untuk mengevaluasi upaya-upaya yang telah dilakukan sebelumnya dalam memelihara ketentraman dan ketertiban di wilayah tersebut.

Camat Balaraja menyatakan bahwa operasi ini akan dilakukan secara rutin, dengan target utama menekan praktik asusila yang marak terjadi. Operasi ini didasarkan pada Perda No. 20 Tahun 2004 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum Pasal 10 tentang Asusila.

“Mulai bulan Oktober 2024, desa dan kelurahan di Kecamatan Balaraja akan dilibatkan secara aktif dalam operasi ini. Desa akan berperan dalam memberikan informasi, melakukan monitoring, dan pengawasan terhadap titik-titik yang diduga menjadi lokasi praktik asusila.”ujar Willy Patria.

Menyikapi maraknya praktik prostitusi yang kian meresahkan masyarakat, khususnya modus operandi melalui aplikasi online, para peserta rapat sepakat untuk mengambil langkah tegas. Praktik ini tidak hanya merusak moralitas generasi muda, namun juga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan sosial seperti Human Trafficking ( perdagangan manusia).

Operasi Pekat Hebat Jasa akan dilakukan secara melekat terhadap titik-titik yang telah terindikasi sebagai lokasi praktik asusila. Operasi ini tidak hanya fokus pada open BO, tetapi juga pada penyakit masyarakat lainnya seperti miras, judi, narkoba, sabung ayam, dan gangster.

“Operasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk: Kecamatan (Trantib), Polsek, Koramil, MUI, FKDM, Ormas Keagamaan dan Pemerintahan Desa” tambah Willy.

Selain operasi Pekat Hebat Jasa, rapat koordinasi juga membahas solusi permasalahan sampah. Pemerintah Desa akan memformilkan TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara). Masalah sampah menjadi isu lain yang tak kalah penting. Untuk mengatasi permasalahan ini, seluruh pihak berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Pemerintah Kecamatan Balaraja akan memohonkan hibah lahan dari pemerintah daerah untuk TPS pemerintah Desa Tobat juga akan melaksanakan Grebek Sampah kembali pada triwulan di Desa Gembong.” ungkap Willy 

Pemerintah Desa akan melakukan sosialisasi Perda 01 Tahun 2023 Kabupaten Tangerang tentang Pengelolaan Sampah kepada masyarakat. Upaya penanganan sampah diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bersih di Kecamatan Balaraja.

Sosialisasi Tahapan Pilkada

Menjelang Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur dan Bupati/Wakil Bupati, pemerintah desa akan mensosialisasikan tahapan penyelenggaraan pilkada kepada seluruh masyarakat. Sosialisasi ini akan dilakukan bersama penyelenggara tingkat desa, termasuk pengecekan daftar pemilih melalui DPT Online.

“Pemerintah Desa juga akan memfasilitasi sarana dan prasarana penyelenggara dan memfungsikan seluruh elemen di desa, mulai dari perangkat desa hingga FKDM Desa.” tutup Willy Patria, SE.,MSi.

Sosialisasi tahapan Pilkada diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

Dalam rapat koordinasi ini menjadi bukti nyata bahwa seluruh komponen masyarakat di Kecamatan Balaraja memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah sosial dan lingkungan. Dengan semangat gotong royong dan kerja sama yang baik, diharapkan upaya-upaya yang telah direncanakan dapat membuahkan hasil yang maksimal. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan kondusif, serta masyarakat yang berakhlak mulia.

(Tim/red)

  • Related Posts

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Hampir dua minggu sejak kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke PT Yifang CME pada 30 Juli 2026, dugaan pelanggaran hak pekerja upah di bawah UMK,…

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Persoalan hubungan industrial kembali mencuat di PT Tunas Alfin Plant 2, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Seorang pekerja bernama Olivia Jeremia mengaku mengalami skorsing tanpa upah, tidak dapat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

    NO COPY