MENGGALA, TULANG BAWANG | SUARAGEMPUR.COM — Dendi Albar, S.H., yang menyandang gelar adat Sutan Jaya Agung, menghadiri prosesi Peppung pemberian gelar adat Megow Pak Tulang Bawang yang berlangsung di Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Minggu (20/9/2026).
Prosesi adat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Lembaga Adat Megow Pak Tulang Bawang, DR. H. Abdurachman Sarbini, S.H., M.H., bergelar Sutan Sampurna Jaya, yang akrab disapa Papi Mance.
Abdurachman Sarbini diketahui pernah menjabat sebagai Bupati Tulang Bawang selama dua periode, yakni 2002–2007 dan 2007–2012. Ia juga dinobatkan sebagai Sultan Kerajaan Tulang Bawang pada 6 Desember 2012 oleh masyarakat adat Megow Pak bersama Ketua Lembaga Adat Megow Pak.
Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri para penyimbang dari empat marga serta tokoh adat dan tokoh masyarakat. Mereka antara lain berasal dari Buay Bulan, Buay Tegamoan, Buay Umpu, dan Buay Aji.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan dan melestarikan adat serta tradisi yang diwariskan para leluhur di wilayah eks Kerajaan Tulang Bawang.
Sebagai salah satu kesatuan masyarakat adat Pepadun di Lampung, Megow Pak Tulang Bawang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang terus dijaga melalui keterlibatan para pemangku adat serta generasi penerus.
Dalam kesempatan tersebut, Dendi Albar, S.H., bergelar Sutan Jaya Agung, menyampaikan apresiasi atas undangan dan kesempatan untuk hadir secara langsung dalam prosesi adat tersebut.
“Alhamdulillah saya bisa bersilaturahmi dan menghadiri langsung prosesi adat yang dipimpin Papi Mance, Ketua Umum Adat Megow Pak Tulang Bawang. Sebagai pemangku gelar Sutan Jaya Agung, ini adalah kewajiban saya untuk terus hadir, belajar, dan menjaga marwah Adat Megow Pak Tulang Bawang,” ujar Dendi Albar.
Menurutnya, pelestarian adat tidak hanya menjadi tanggung jawab para pemangku adat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan generasi muda agar nilai-nilai budaya dan sejarah tidak terputus oleh perkembangan zaman.
Kehadiran Dendi Albar dalam prosesi tersebut diharapkan turut memperkuat hubungan antara generasi muda dengan para pemangku adat, sekaligus mendorong keberlanjutan pelestarian Adat Pepadun Megow Pak Tulang Bawang.
(Redaksi)





