SERANG| SUARAGEMPUR.COM – Suasana haru, hangat, dan penuh kebersamaan menyelimuti Markas Komando DPW Paguron Singandaru Karuhun Banten Indonesia (PSKBI) di Jalan H.M. Muslich, Cikulur Baru, Kota Serang, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 86 anak yatim menerima santunan berupa uang tunai dan bingkisan sebagai wujud kepedulian sosial serta pengamalan nilai-nilai luhur ajaran Islam, Jum’at (25/6/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum berbagi rezeki, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan harapan baru bagi anak-anak yatim. Senyum tulus yang terpancar dari wajah mereka menjadi pengingat bahwa perhatian dan kasih sayang merupakan anugerah yang tak ternilai.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai tokoh masyarakat, unsur pemerintahan, kepolisian, ulama, serta jajaran pengurus PSKBI. Kehadiran para tamu undangan mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Banten.
Ketua Panitia Santunan Anak Yatim, Sarif Hidayat, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh panitia dan para donatur yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, santunan yang diberikan bukan sekadar berbagi materi, melainkan bentuk nyata meneladani akhlak Rasulullah SAW yang sangat memuliakan anak yatim.
“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar berbagi rezeki, tetapi sedang meneladani akhlak Rasulullah SAW. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, Erlan Kusniadi, Rohim Boim, Sri Ayu, Elizai, dan semua pihak yang telah bekerja keras. Terima kasih pula kepada para donatur yang telah memberikan bantuan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Sarif.
Ia juga menegaskan bahwa panitia hanyalah perantara dalam menyalurkan amanah para dermawan.
“Kami panitia hanya perantara. Kekurangannya milik kami, sedangkan kesempurnaannya milik Allah SWT. Apabila selama persiapan kegiatan terdapat kekhilafan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Binmas Polsek Serang Kota Iptu Irwan serta Camat Kota Serang H. Basuni, yang hadir mewakili Wali Kota Serang H. Budi Rustandi.
Nuansa religius semakin terasa ketika doa bersama dipimpin oleh Ustadz Ntong M.S. Hidayat Al Fadilah, yang memohon agar seluruh anak yatim senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta masa depan yang cerah. Tausiyah yang disampaikan Ustadz Ikoh Mandalika turut mengingatkan pentingnya memuliakan anak yatim sebagai bagian dari ibadah sosial yang dicintai Allah SWT.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum OKK DPP PSKBI, Agus Mahendra, menegaskan bahwa santunan anak yatim merupakan komitmen nyata organisasi dalam memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
“Kegiatan santunan ini bukan sekadar rutinitas atau seremoni. Ini adalah wujud nyata kepedulian dan cinta kasih kepada sesama. Kepedulian terhadap anak yatim merupakan cerminan kemuliaan hati dan tanggung jawab sosial yang harus terus kita pelihara bersama,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Harian DPP PSKBI H. Lutfi Tri Putra, yang mewakili Ketua Umum DPP PSKBI H. Saiful Bahri, mengingatkan bahwa Rasulullah SAW memberikan kedudukan istimewa kepada orang-orang yang menyayangi anak yatim dan kaum dhuafa.
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sangat memuliakan orang-orang yang menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa. Kepada anak-anakku semua, jangan pernah merasa sendiri. Teruslah belajar, beribadah, dan berjuang meraih cita-cita. Kami semua adalah keluarga yang akan terus mendoakan dan mendukung kalian,” pesannya.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, santunan tersebut menjadi simbol bahwa nilai gotong royong, kepedulian, dan kasih sayang masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Kebersamaan antara panitia, donatur, tokoh masyarakat, dan anak-anak yatim memperlihatkan bahwa semangat kemanusiaan akan selalu hadir dalam berbagai keadaan.
Di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks, PSKBI kembali menegaskan bahwa berbagi kepada anak yatim bukan hanya tentang bantuan materi, melainkan juga menghadirkan perhatian, kasih sayang, serta keyakinan bahwa mereka tidak pernah berjalan sendiri dalam menggapai masa depan.
Sebab, setiap uluran tangan yang diberikan bukan hanya mampu menghapus kesedihan sesaat, tetapi juga menyalakan harapan baru. Di balik senyum bahagia 86 anak yatim pada hari itu, tersimpan doa-doa tulus yang menjadi pengingat bahwa sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan, akan selalu menghadirkan keberkahan bagi sesama.
Reporter: Bani Latif
Editor: Fachri







