Kades Bungkam, Camat Bungkam Skandal Dana Desa Kandawati Seperti Sengaja Ditutup-Tutupi

SUARAGEMPUR.COM | TANGERANG – Polemik dugaan korupsi Dana Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, kian memanas. Setelah Kepala Desa Kandawati, Sumarni, memilih bungkam terkait serangkaian dugaan kegiatan fiktif dan mark-up anggaran tahun 2023, kini sorotan publik mengarah kepada Camat Gunung Kaler, Udin, yang juga enggan memberikan tanggapan, jumat (19/9/2025).

Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi Suaragempur kepada Camat Gunung Kaler melalui sambungan WhatsApp berakhir sia-sia. Sama seperti sang kepala desa, Camat Udin tidak memberikan jawaban, bahkan cenderung tidak peduli. Sikap ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen pemerintah kecamatan dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Padahal, berdasarkan aturan perundang-undangan, camat memiliki peran strategis dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa. Pengawasan tersebut meliputi pengelolaan keuangan desa, pendayagunaan aset desa, hingga fasilitasi administratif. Mandat ini merupakan pelimpahan wewenang dari bupati atau wali kota untuk memastikan desa berjalan transparan dan akuntabel.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Alih-alih menjalankan fungsi kontrol, Camat Udin justru memilih bungkam, memperlihatkan sikap yang dinilai tidak etis bagi seorang pejabat publik.

Diamnya camat memperkuat dugaan bahwa pengelolaan Dana Desa Kandawati tidak hanya sarat penyimpangan, tetapi juga minim pengawasan. Publik pun menilai, jika aparat pengawas di tingkat kecamatan turut abai, maka potensi praktik penyalahgunaan anggaran desa akan semakin subur.

LSM Satu Bumi Satu Negeri (LSBSN) DPC Kabupaten Tangerang sebelumnya sudah menegaskan akan melayangkan surat audiensi resmi untuk mendesak transparansi. Kini, tekanan publik semakin besar agar aparat penegak hukum turun tangan langsung, mengingat pengawasan berjenjang yang seharusnya dijalankan justru mandek di tingkat kecamatan.

Kasus Dana Desa Kandawati seolah menjadi potret buram lemahnya pengawasan birokrasi di daerah Kecamatan Gunung kaler. Bungkamnya kades dan camat tak hanya melukai rasa keadilan masyarakat, tapi juga memperlihatkan bagaimana anggaran rakyat berpotensi dijadikan bancakan tanpa kontrol.

Hingga kini, Redaksi Media Suaragempur masih menunggu klarifikasi resmi dari Pemerintah Desa Kandawati maupun Camat Gunung Kaler. Publik berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka agar dugaan korupsi tidak semakin menjadi bola liar di tengah masyarakat.

Redaksi : SUARAGEMPUR

  • Related Posts

    Dukung Kontingen Pramuka, Camat Kemiri Lepas Peserta Jambore Nasional ke Cibubur

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM – Pemerintah Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, secara resmi melepas kontingen Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Kemiri yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) di Bumi Perkemahan Cibubur mulai 13…

    Meriahkan HUT RI ke-81, Camat Kemiri Rudi HK Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Camat Cup 2026

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM – Camat Kemiri, Rudi Hadikarsono (Rudi HK), secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Camat Cup 2026 di Lapangan Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026). Turnamen…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

    NO COPY