Ketua GWI Kecam Pengusiran Wartawan di Kecamatan Cibodas

Tangerang | SUARAGEMPUR.COM – Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Banten, Syamsul Bahri, mengecam tindakan oknum staf dan Trantib Kecamatan Cibodas yang diduga mengusir serta menantang duel seorang wartawan. Ia menegaskan bahwa kantor kecamatan adalah kantor publik, bukan kantor pribadi, sehingga seharusnya terbuka bagi masyarakat, termasuk insan pers.

Syamsul menduga bahwa tindakan tersebut bukan inisiatif individu, melainkan mengikuti arahan dari atasan.

“Ada api ada asap. Staf dan Trantib itu hanya bawahan yang menjalankan instruksi. Tidak mungkin mereka bertindak sendiri tanpa perintah dari atasannya,” ujarnya saat berbincang dengan sejumlah wartawan di sebuah warung kopi di Kota Tangerang, Rabu (12/3/2025).

Ia menilai bahwa kekompakan bawahan dalam membatasi akses wartawan menunjukkan adanya koordinasi dari level pimpinan.

“Masyarakat bisa menilai sendiri, tidak mungkin ada tindakan seperti itu tanpa perintah. Ini perlu dicermati lebih dalam,” tambahnya.

Lebih lanjut, Syamsul menyoroti peran Camat Cibodas, Buceu Gartina, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas Pemerintah Kota Tangerang. Dengan latar belakang tersebut, ia seharusnya lebih memahami pentingnya keterbukaan terhadap pers.

“Sebagai mantan Kabag Humas, seharusnya ia lebih fleksibel dan humanis terhadap wartawan. Jika kini ada kebijakan memperketat akses jurnalis, patut dipertanyakan apakah ada sesuatu yang ditutup-tutupi. Bisa jadi ini terkait dengan dugaan jual beli proyek atau pengadaan barang, yang tentu perlu ditelusuri lebih lanjut oleh rekan-rekan jurnalis,” tandas Syamsul.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus pembatasan kebebasan pers di lingkungan pemerintahan daerah, yang seharusnya mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

(Tim)

  • Related Posts

    Keluarga Ungkap Dugaan Penyerahan Uang Rp150 Juta Usai Muhammad Akbar Dibebaskan dari Polsek Tambora

    JAKARTA | SUARAGEMPUR.COM — Keluarga Muhammad Akbar mengungkap dugaan adanya permintaan uang sebesar Rp150 juta setelah Akbar diamankan terkait persoalan obat golongan G jenis Tramadol dan dibawa ke Polsek Tambora,…

    Pengusaha Benur Bireuen Mengaku Didatangi Polisi, Persoalkan Penanganan Laporan Mantan Karyawan

    BIREUEN | SUARAGEMPUR.COM — Pengusaha pembibitan benur asal Kabupaten Bireuen, Aceh, Herizal, mempertanyakan penanganan laporan polisi yang dibuat oleh mantan karyawannya, Sayuti, Jum’at (25/9/2026). Herizal mengaku beberapa kali didatangi dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Diduga Upah di Bawah UMK hingga Jaminan Kecelakaan Kerja Dipersoalkan, KSPSI Soroti Pekerja Outsourcing di PT Global Printpack Indonesia

    • By EKO
    • September 28, 2026
    • 7 views
    Diduga Upah di Bawah UMK hingga Jaminan Kecelakaan Kerja Dipersoalkan, KSPSI Soroti Pekerja Outsourcing di PT Global Printpack Indonesia

    Sentuhan Empati Kapolda Banten, Pelajar Korban Jambret HP di Walantaka Dapat Sepeda Listrik

    • By EKO
    • September 28, 2026
    • 7 views
    Sentuhan Empati Kapolda Banten, Pelajar Korban Jambret HP di Walantaka Dapat Sepeda Listrik

    Dorong Kesejahteraan Nelayan, Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Desa Lontar Diserahterimakan

    Dorong Kesejahteraan Nelayan, Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Desa Lontar Diserahterimakan

    Ketua PC F SP PPMI KSPSI Tangerang Antar Tembusan Somasi ke Pengawas Disnaker Banten, Siap Gelar Aksi di PT Tunas Alfin

    Ketua PC F SP PPMI KSPSI Tangerang Antar Tembusan Somasi ke Pengawas Disnaker Banten, Siap Gelar Aksi di PT Tunas Alfin

    BPBD Lampung Tegaskan Proyek Rp2,92 Miliar di Pringsewu Sesuai Aturan, PPK Bantah Dugaan Cacat Administrasi

    BPBD Lampung Tegaskan Proyek Rp2,92 Miliar di Pringsewu Sesuai Aturan, PPK Bantah Dugaan Cacat Administrasi

    MBG Harus Berbenah: Menjaga Gizi, Anggaran, dan Amanah Publik

    MBG Harus Berbenah: Menjaga Gizi, Anggaran, dan Amanah Publik

    NO COPY