TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Duka menyelimuti keluarga Nopi Haerani, gadis berusia 16 tahun warga Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Nopi meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Cisoka akibat mengalami sesak napas yang disebut cukup parah, Jum’at (18/9/2026).
Pihak keluarga mengaku kecewa terhadap proses penanganan yang diberikan. Keluarga menyebut sejak awal kedatangan Nopi ke Puskesmas Cisoka, mereka telah meminta agar pasien segera dirujuk ke RSUD Balaraja karena khawatir dengan kondisi sesak napas yang dialaminya.
Namun, menurut keterangan keluarga, permintaan tersebut tidak langsung dipenuhi karena pihak Puskesmas Cisoka disebut masih harus mengikuti prosedur atau Standar Operasional Prosedur (SOP) rujukan yang berlaku.
Ardi, salah satu keluarga Nopi yang ikut mengantar bersama kedua orang tua pasien, mengatakan saat tiba di Puskesmas Cisoka, Nopi masih dalam kondisi dapat duduk, tetapi mengalami sesak napas dan terlihat kesulitan bernapas.
“Pada saat saya ke Puskesmas Cisoka, pasien masih bisa duduk, cuma sudah engap. Dipasang oksigen juga. Saya menghadap ke stafnya, nanya, ‘Pak, Bu, ini bagaimana? Kondisi begini bisa tidak dianterin saja ke rumah sakit? Soalnya kondisi begini yang saya khawatirkan, takut terjadi apa-apa,’” ujar Ardi.
Menurut Ardi, saat itu dirinya meminta agar Nopi segera dibawa ke RSUD Balaraja untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, ia mengaku mendapat penjelasan bahwa proses rujukan harus mengikuti prosedur yang berlaku.
“Dijawab pihak pegawai Puskesmas, katanya tidak bisa, harus ikutin prosedur. Aturan kita sudah sebar di grup ke rumah sakit juga, tapi belum ada yang merespons,” tutur Ardi.
Karena merasa khawatir dengan kondisi Nopi, Ardi kemudian mendatangi kantor Kecamatan Cisoka untuk meminta bantuan. Ia mengaku bertemu dengan Camat Cisoka dan seorang pejabat bernama Robi untuk menyampaikan kondisi keponakannya tersebut.
“Saya ke kecamatan, lapor ke Pak Camat. Ketemu sama Pak Camat sama Pak Robi. Saya bicarakan ke Pak Camat, ‘Pak Camat, minta tolong dong, ini warga saya, keponakan saya juga, sekarang lagi dirawat di Puskesmas Cisoka. Kondisinya engap, minta tolong ke RSUD Balaraja,’” kata Ardi.
Ardi menyebut Camat kemudian membantu menghubungi pihak RSUD Balaraja. Setelah mendapat informasi bahwa pasien dapat segera dibawa, Ardi kembali ke Puskesmas Cisoka.
Namun, menurut pengakuannya, kondisi Nopi justru semakin kritis.
“Alhamdulillah Pak Camat membantu telepon Kepala RSUD Balaraja, tinggal langsung berangkat. Saya ke Puskesmas lagi, pasien sudah dipasang alat. Lima menit kemudian meninggal,” ungkapnya.
Ardi juga menjelaskan bahwa sejak datang ke Puskesmas Cisoka, Nopi telah diberikan oksigen dan infus. Ia mengaku sekitar pukul 12.00 WIB dirinya sudah meminta agar pasien segera dirujuk karena kondisi sesak yang dialami.
“Pas datang pihak Puskesmas memberikan oksigen, diinfus juga. Karena saya ke situ siang jam 12, saya memohon minta langsung dirujuk, dibawa ke rumah sakit. Kondisinya sudah engap. Kita harus ikutin aturan di sistem, nunggu di sistem,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut, keluarga berharap pelayanan dan mekanisme rujukan di Puskesmas Cisoka dapat dievaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Harapannya untuk Puskesmas Cisoka dievaluasi lagi, biar tidak terjadi lagi seperti ini. Cukup ini saja yang terakhir,” ucap Ardi.
Sementara itu, awak media berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala Puskesmas Cisoka terkait kronologi penanganan Nopi Haerani, termasuk mengenai prosedur rujukan yang disebut keluarga menjadi kendala.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Cisoka belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi tersebut.
Awak media juga mendatangi langsung Puskesmas Cisoka untuk menggali informasi. Petugas keamanan yang ditemui membenarkan adanya kejadian tersebut. Salah satu petugas kemudian meminta nomor kontak awak media untuk disampaikan kepada dokter yang disebut menangani pasien Nopi Haerani.
Namun, hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak Puskesmas Cisoka mengenai penanganan medis terhadap Nopi maupun alasan dan mekanisme rujukan pasien pada saat kejadian.
SUARAGEMPUR.COM membuka ruang hak jawab bagi pihak Puskesmas Cisoka maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas pemberitaan ini.
Redaksi





