Tata Wasta Hadiri Sidang ILC ke-114 di Jenewa, Suarakan Kepentingan Pekerja Indonesia di Forum Ketenagakerjaan Dunia

SUARAGEMPUR.COM| JENEWA, SWISS– Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit (FSP TSK) KSPSI, Tata Wasta, S.E., M.M., menghadiri sidang pembukaan Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 yang digelar Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (2/6/2026).

Kehadiran Tata Wasta menjadi bagian dari Delegasi Tripartit Indonesia yang terdiri atas unsur pemerintah, serikat pekerja/serikat buruh, dan pengusaha. Forum tahunan tersebut menjadi ajang strategis bagi negara-negara anggota ILO untuk membahas berbagai isu ketenagakerjaan global yang tengah berkembang.

Tahun ini, ILC ke-114 mengangkat tema “A Moment of Choice: Harnessing Artificial Intelligence for Decent Work”, yang menyoroti berbagai peluang dan tantangan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap masa depan dunia kerja.

Sebagai salah satu tokoh serikat pekerja nasional, Tata Wasta dikenal aktif memperjuangkan hak-hak pekerja, khususnya di sektor tekstil, sandang, dan kulit. Ia juga konsisten mendorong penguatan kapasitas organisasi serikat pekerja melalui pendidikan kader serta peningkatan tata kelola organisasi yang profesional dan modern.

Dalam konferensi tersebut, para delegasi membahas sejumlah isu strategis, di antaranya perlindungan tenaga kerja di era digital, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penguatan dialog sosial, transformasi dunia kerja akibat perkembangan teknologi, hingga upaya menciptakan pekerjaan yang layak dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja.

Sidang pembukaan ILC ke-114 juga diwarnai dinamika politik internasional terkait peningkatan status partisipasi Palestina di ILO.

Delegasi Israel menyampaikan keberatan atas keputusan Badan Pengurus ILO yang memberikan hak partisipasi lebih luas kepada Palestina, setara dengan negara anggota penuh dalam berbagai sesi konferensi teknis.

Meski mendapat penolakan dari Israel, keputusan tersebut tetap berlaku. Delegasi Palestina diberikan kesempatan untuk berbicara, mengajukan usulan resolusi, serta terlibat dalam berbagai komite teknis, termasuk pembahasan laporan tahunan mengenai kondisi pekerja di wilayah Arab yang diduduki.

Dalam berbagai kesempatan, Tata Wasta menegaskan bahwa organisasi serikat pekerja harus mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan perkembangan industri yang berlangsung sangat cepat.

“Manajemen organisasi serikat pekerja hari ini harus adaptif terhadap dinamika sosial dan industri. Tidak cukup hanya mengandalkan jumlah anggota, tetapi juga membutuhkan kapasitas manajerial, tata kelola yang akuntabel, serta pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan anggota,” ujar Tata Wasta.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan digitalisasi menuntut organisasi pekerja untuk terus melakukan pembaruan agar tetap relevan dalam memperjuangkan hak-hak buruh di masa depan.

Melalui partisipasinya dalam ILC ke-114, Tata Wasta bersama Delegasi Indonesia berharap dapat membawa berbagai rekomendasi, praktik terbaik, dan standar ketenagakerjaan internasional yang dapat diimplementasikan guna meningkatkan perlindungan serta kesejahteraan pekerja Indonesia.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk memastikan suara pekerja Indonesia turut mewarnai arah kebijakan ketenagakerjaan global,” tutupnya, (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NO COPY