Solidaritas Mengalir di Jenewa: Delegasi Indonesia Pimpin Aksi Dukungan Palestina di Broken Chair Park

SUARAGEMPUR.COM| JENEWA, SWISS – Gelombang solidaritas internasional untuk Palestina kembali menggema di jantung diplomasi dunia. Ratusan peserta dari berbagai negara anggota Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) berkumpul di kawasan Broken Chair Park, Jenewa, Swiss, Rabu (3/6/2026), dalam aksi damai yang menyerukan penghormatan terhadap hak-hak Palestina di forum internasional, Rabu(3/6/2026).

Aksi tersebut dipimpin oleh Perwakilan Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, Tata Wasta, sebagai respons atas penolakan yang disampaikan Amerika Serikat dan Israel terhadap status keanggotaan penuh Palestina dalam Sidang Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) ke-114.

Sejak pukul 11.00 waktu setempat, para peserta aksi memadati area Broken Chair Park yang berada di depan kompleks kantor organisasi internasional. Mereka membawa bendera Palestina, poster dukungan, serta menyerukan pentingnya penghormatan terhadap prinsip keadilan, kesetaraan, dan hak-hak pekerja tanpa diskriminasi.

Aksi tersebut berangkat dari keputusan yang telah disahkan dalam Sidang Pleno ILC ke-113 pada tahun 2025. Melalui keputusan resmi tersebut, Palestina memperoleh status sebagai anggota tetap ILO dengan hak penuh untuk berpartisipasi dalam seluruh proses organisasi, termasuk menyampaikan pandangan, mengajukan usulan, dan terlibat dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perlindungan pekerja di tingkat global.

Namun, pada pembukaan ILC ke-114, Amerika Serikat dan Israel menyatakan keberatan terhadap status tersebut. Sikap itu memicu reaksi dari sejumlah negara dan delegasi yang menilai langkah tersebut bertentangan dengan semangat multilateralisme serta mengabaikan keputusan yang telah disepakati sebelumnya.

Menanggapi perkembangan tersebut, Tata Wasta menginisiasi pertemuan para delegasi pendukung Palestina pada Selasa (2/6/2026). Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan untuk menggelar aksi damai sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi keputusan ILC yang telah menetapkan Palestina sebagai anggota tetap organisasi.

Dalam keterangannya di hadapan peserta aksi, Tata Wasta menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten mendukung hak-hak Palestina di berbagai forum internasional.

«“Indonesia tidak akan pernah diam saat hak sah sebuah negara dibungkam secara politik. Palestina sudah sah menjadi anggota ILO sejak tahun lalu. Hak tersebut bersifat mutlak dan tidak dapat dibatalkan secara sepihak. Kami berdiri di sini untuk menegakkan hukum internasional dan keadilan bagi seluruh pekerja dunia, termasuk rakyat Palestina,” tegas Tata Wasta.»

Ia juga menekankan bahwa persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan dinamika politik internasional, melainkan menyangkut pemenuhan hak asasi manusia dan perlindungan terhadap pekerja.

«“Isu ini bukan sekadar politik, melainkan persoalan hak asasi. Pekerja Palestina berhak mendapatkan perlindungan, didengar suaranya, dan dilibatkan dalam proses penyusunan standar ketenagakerjaan internasional. Penolakan terhadap hak tersebut justru bertentangan dengan prinsip dasar yang menjadi fondasi ILO,” ujarnya.»

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana aksi tetap kondusif dan tertib. Para peserta menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai perdamaian dengan menyampaikan aspirasi secara damai serta mengedepankan pesan solidaritas antarbangsa.

Kehadiran delegasi Indonesia dalam aksi tersebut mendapat perhatian luas karena mencerminkan konsistensi sikap Indonesia yang selama ini mendukung perjuangan rakyat Palestina di berbagai forum internasional.

Hingga aksi berakhir, tuntutan utama yang disuarakan para peserta tetap sama, yakni memastikan Palestina dapat menjalankan hak dan kewajibannya secara penuh sebagai anggota ILO sesuai keputusan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Aksi solidaritas di Broken Chair Park menjadi pengingat bahwa prinsip kesetaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap hukum internasional harus tetap dijaga di tengah berbagai dinamika politik global. Bagi para peserta, dukungan terhadap Palestina bukan hanya soal diplomasi, melainkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa setiap bangsa memiliki hak yang sama untuk didengar dan dihormati dalam komunitas internasional, (Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NO COPY