Warga Pageragung Kota Serang Keluhkan Lambannya Respons Puskesmas Kalodran Tangani DBD dan Chikungunya

SUARAGEMPUR.COM | KOTA SERANG – Warga Kelurahan Pageragung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, mengeluhkan lambannya penanganan kasus penyakit menular akibat gigitan nyamuk oleh Puskesmas Kalodran. Penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya dilaporkan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, namun belum diimbangi dengan respons cepat dari pihak layanan kesehatan setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah warga yang terjangkit terus bertambah dan wilayah Pageragung dinilai telah memasuki kategori rawan penyebaran penyakit berbasis vektor. Meski demikian, masyarakat menilai belum ada langkah konkret dan terukur untuk menekan laju penularan.

Keluhan utama warga mengarah pada lambannya tindak lanjut setelah adanya laporan kasus positif. Menurut warga, pihak Puskesmas Kalodran belum segera melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) maupun pemantauan langsung ke lingkungan terdampak, sebagaimana prosedur standar penanganan penyakit menular.

Upaya pencegahan juga dinilai minim. Hingga kini, warga mengaku belum melihat adanya kegiatan pengasapan (fogging) secara menyeluruh di titik-titik rawan, maupun pembagian abate untuk memberantas jentik nyamuk di permukiman padat penduduk.

Tak hanya itu, pelayanan medis di Puskesmas Kalodran turut menjadi sorotan. Sejumlah warga menyebut proses pelayanan terkesan berbelit dan memakan waktu, sehingga berpotensi memperburuk kondisi pasien, khususnya anak-anak dan lansia yang masuk kelompok rentan.

“Kami merasa seolah dibiarkan tanpa kepastian. Penyakit akibat gigitan nyamuk ini bukan perkara sepele, taruhannya nyawa, terutama anak-anak. Kami membutuhkan tindakan nyata dan cepat, bukan sekadar imbauan,” ujar salah satu perwakilan warga Pageragung, Sabtu (17/1/2026).

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Dinas Kesehatan Kota Serang untuk segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Puskesmas Kalodran. Warga meminta langkah darurat berupa fogging massal di wilayah rawan, peningkatan sosialisasi dan pendampingan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta percepatan koordinasi medis bagi warga yang mengalami gejala demam tinggi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Puskesmas Kalodran. Warga Pageragung masih menunggu itikad baik dan langkah konkret dari instansi terkait guna menjamin perlindungan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Reporter: Bani Latif

  • Related Posts

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Hampir dua minggu sejak kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke PT Yifang CME pada 30 Juli 2026, dugaan pelanggaran hak pekerja upah di bawah UMK,…

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Persoalan hubungan industrial kembali mencuat di PT Tunas Alfin Plant 2, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Seorang pekerja bernama Olivia Jeremia mengaku mengalami skorsing tanpa upah, tidak dapat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

    NO COPY