SUARAGEMPUR.COM| JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi dunia kerja nasional dengan pendekatan yang berpusat pada manusia (human-centric).
Hal tersebut disampaikan dalam pidato kunci di hadapan jajaran pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Yassierli memaparkan empat pilar utama kebijakan ketenagakerjaan yang akan menjadi arah strategis pemerintah ke depan.
Yassierli menekankan bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak boleh dipandang sebagai ancaman bagi tenaga kerja.
Menurutnya, AI harus dimaknai sebagai augmented intelligence atau teknologi yang membantu meningkatkan kapasitas manusia.
“Bukan mengganti manusia, tetapi membantu meningkatkan kemampuan pekerja. Kita ingin tenaga kerja Indonesia lebih produktif dan kompetitif dengan dukungan teknologi,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan penciptaan lapangan kerja serta peningkatan keterampilan tenaga kerja.
Program magang nasional dan pelatihan vokasi akan terus diperkuat agar selaras dengan kebutuhan industri.
“Fokus kita adalah membuka lapangan kerja seluas-luasnya sekaligus memastikan tenaga kerja memiliki keterampilan yang relevan,” kata Yassierli.
Menaker juga menyoroti pertumbuhan pesat sektor ekonomi digital, termasuk pekerja platform.
Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan kebijakan untuk memberikan perlindungan bagi pekerja di sektor tersebut.
Di sisi lain, dialog sosial tripartit antara pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha akan terus diintensifkan guna menghasilkan kebijakan yang adil dan partisipatif.
Dalam forum tersebut, Yassierli turut menyampaikan dukungan Indonesia terhadap program tanggap darurat Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bagi pekerja di wilayah konflik Palestina.
“Ini adalah bentuk solidaritas kemanusiaan. Pekerja di mana pun, termasuk di Palestina, berhak atas rasa aman dan pekerjaan yang layak,” tegasnya.
Pertemuan itu berlangsung hangat dan dihadiri oleh 12 perwakilan federasi serikat pekerja di bawah KSPSI.
Para pimpinan serikat pekerja menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan yang disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, khususnya dalam menghadapi transformasi digital yang berkeadilan serta memperkuat solidaritas global bagi kesejahteraan pekerja.Kalau mau, saya bisa buatkan versi yang lebih “tajam” ala investigatif atau versi headline yang lebih provokatif dan klikbait.
Redaksi







