LSM TRINUSA Desak Kejelasan Aset Situ Ranca Gede, Ancam Gelar Aksi Massa

SUARAGEMPUR.COM| SERANG – LSM Triga Nusantara Indonesia (TRINUSA) DPD Provinsi Banten menyayangkan sikap Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Banten yang dinilai belum memberikan kejelasan terkait status, pengamanan, dan pengelolaan aset Situ Ranca Gede, Selasa (9/6/2026).

Padahal, TRINUSA mengaku telah menempuh berbagai langkah formal, mulai dari melayangkan surat resmi bernomor 074/LSM-TNI/DPD-BTN/V/2026 hingga melakukan audiensi langsung dengan pihak BKAD. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pertanyaan dan permintaan klarifikasi telah disampaikan secara terbuka.

Namun hingga kini, TRINUSA menyebut belum menerima jawaban tertulis yang komprehensif maupun langkah konkret dari BKAD terkait persoalan tersebut.

Ketua DPD TRINUSA Provinsi Banten, Wahyudin, menegaskan pihaknya telah memberikan ruang yang cukup bagi BKAD untuk menyampaikan penjelasan secara resmi.

“Kami sudah menempuh mekanisme yang benar. Surat sudah disampaikan, audiensi juga sudah dilakukan. Namun sampai hari ini belum ada jawaban yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan terkait pengamanan aset Situ Ranca Gede pasca putusan inkrah,” ujarnya.

Menurut Wahyudin, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan publik mengenai keseriusan pemerintah daerah dalam mengamankan aset yang secara hukum telah menjadi milik Pemerintah Provinsi Banten.

TRINUSA juga menilai masyarakat berhak mengetahui langkah yang telah dilakukan, mulai dari pencatatan aset dalam register daerah, pengamanan fisik dan hukum, inventarisasi ulang, hingga koordinasi dengan ATR/BPN.

“Yang kami minta sederhana, yaitu keterbukaan dan kepastian. Jika sudah ada langkah, sampaikan. Jika belum, jelaskan kendalanya. Jangan sampai terkesan dibiarkan berlarut-larut,” katanya.

Lebih lanjut, Wahyudin mengingatkan bahwa minimnya respons dari instansi terkait dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk tekanan, TRINUSA memberikan peringatan terbuka kepada BKAD agar segera memberikan jawaban resmi dalam waktu yang wajar. Jika tidak, pihaknya akan menggelar aksi penyampaian pendapat secara besar-besaran.

“Apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, kami akan melakukan konsolidasi untuk aksi massa di Kantor BKAD Provinsi Banten maupun instansi terkait lainnya,” tegasnya.

Selain itu, TRINUSA juga menyiapkan langkah lanjutan berupa laporan kepada lembaga pengawas, seperti Ombudsman RI, BPK RI, hingga aparat penegak hukum, jika ditemukan dugaan pembiaran dalam pengelolaan aset daerah.

Wahyudin menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial yang dijamin undang-undang, bukan untuk menciptakan konflik.

“Kami menjalankan fungsi pengawasan. Ketika upaya formal tidak direspons, maka menjadi kewajiban moral kami untuk terus mengawal transparansi,” ujarnya.

TRINUSA memastikan akan terus mengawal persoalan Situ Ranca Gede hingga terdapat kejelasan hukum, administrasi, serta pengamanan aset. Jika tidak ada respons dalam waktu dekat, aksi massa disebut hanya tinggal menunggu waktu.

Redaksi

  • Related Posts

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Hampir dua minggu sejak kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke PT Yifang CME pada 30 Juli 2026, dugaan pelanggaran hak pekerja upah di bawah UMK,…

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Persoalan hubungan industrial kembali mencuat di PT Tunas Alfin Plant 2, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Seorang pekerja bernama Olivia Jeremia mengaku mengalami skorsing tanpa upah, tidak dapat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

    NO COPY