Long Weekend, Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak Lumpuh: ASDP Bungkam, Publik Menuntut Jawaban

SUARAGEMPUR.COM | Merak, Banten – Lonjakan arus kendaraan di masa libur panjang kembali menjadi mimpi buruk bagi para pengguna jasa penyeberangan di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak. Ironisnya, di tengah antrean kendaraan yang mengular hingga berjam-jam, pihak ASDP justru memilih bungkam ketika dikonfirmasi tim media, meninggalkan publik dalam ketidakpastian dan kekecewaan mendalam. Sabtu (10/05/2025).

Sejumlah pengguna jasa mengeluhkan antrean yang telah berlangsung hingga tiga jam lebih tanpa kejelasan informasi. Tidak ada sistem pemberitahuan resmi, tidak pula ada upaya komunikasi yang layak dari pengelola pelabuhan. Seakan-akan ribuan pelanggan yang menunggu dalam kendaraan mereka bukanlah prioritas utama.

Pertanyaannya sederhana namun menyentak: Ada apa sebenarnya dengan manajemen Pelabuhan Merak? Mengapa pelayanan di dermaga eksekutif – yang seharusnya menjanjikan kenyamanan dan efisiensi – justru berantakan saat dibutuhkan? Di mana koordinasi, transparansi, dan tanggung jawab dari pihak ASDP?

Menanggapi situasi ini, praktisi hukum dan pengamat pelayanan publik, Rustam Efendi, S.H., M.H., angkat bicara dengan nada keras namun penuh substansi.

“Situasi ini menunjukkan potret buram manajemen transportasi laut kita. Ketika arus libur panjang datang, yang seharusnya sudah bisa diantisipasi dengan perencanaan matang, justru terjadi stagnasi total. Lebih parah lagi, tidak ada satu pun pejabat ASDP yang bersedia menjelaskan kepada publik. Ini bukan hanya soal pelayanan buruk, ini adalah bentuk pengabaian terhadap hak konsumen dan prinsip keterbukaan informasi publik,” tegas Rustam.

Ia juga menekankan bahwa jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka perlu ada evaluasi menyeluruh, bahkan penegakan hukum administratif terhadap pengelola pelabuhan yang lalai menjalankan tanggung jawab publiknya.

Publik kini menanti langkah konkret – bukan hanya dari ASDP, tapi juga dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan. Karena pada akhirnya, transportasi publik adalah wajah negara: apakah ia hadir melayani atau justru abai terhadap warganya yang membayar untuk dilayani.

Redaksi : suaragempur.com
Editor : S. Eman / Daenk

  • Related Posts

    DPP KAMPUD Kritisi Pelimpahan Penanganan Kasus Eks Jampidsus dari Penyidik Polri ke Penyidik Kejaksaan, Dinilai Tidak Sesuai Prosedur

    JAKARTA SUARAGEMPUR.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD), Seno Aji, S.Sos., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana…

    Keluarga Besar Anak Jabung Sampaikan Pemberitahuan Aksi ke Mabes Polri, Tuntut Keadilan atas Kematian Joni Iskandar

    JAKARTA | SUARAGEMPUR.COM – Keluarga Besar Anak Jabung di Rantau Banten dan Botabek resmi menyampaikan pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Mabes Polri. Aksi yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Dugaan Korupsi Proyek Chromebook Lampung Tengah, KAMPUD Desak Kejari Usut Tuntas

    Dugaan Korupsi Proyek Chromebook Lampung Tengah, KAMPUD Desak Kejari Usut Tuntas

    Dua Sipil Ditahan, Nasib Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Perampasan Motor Masih Dipertanyakan

    Dua Sipil Ditahan, Nasib Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Perampasan Motor Masih Dipertanyakan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 9 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    NO COPY