Babinsa Desa Kubang Dampingi Kelompok Tani dalam Penyemprotan Hama Padi

Kabupaten Tangerang | SUARAGEMPUR.COM – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan mengoptimalkan hasil panen, Babinsa Desa Kubang melaksanakan pendampingan terhadap Kelompok Tani (Poktan) Bunga Mawar Mekar dalam kegiatan penyemprotan hama padi di Kampung Bojong Manuk RT 003/004, Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (21/02/2025).

Sertu Gunadi W, selaku Babinsa Desa Kubang, menegaskan pentingnya penyemprotan sebagai langkah preventif dalam mencegah kerusakan tanaman padi akibat serangan hama. “Saat ini, penyemprotan sangat diperlukan guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya kerusakan padi,” ujarnya.

Kegiatan penyemprotan ini dilakukan dengan teknik yang tepat agar efektivitasnya maksimal. Para petani menggunakan metode penyemprotan yang disarankan guna memastikan pengendalian hama dan penyakit berjalan optimal, sehingga pertumbuhan tanaman padi dapat meningkat. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan.

Di tempat terpisah, Danramil 05/Balaraja Kodim 0510/TRS, Kapten Infanteri Ali Maskuri, SE., MH., mengungkapkan bahwa hama wereng dapat menimbulkan kerugian besar bagi para petani. Oleh karena itu, penyemprotan menjadi langkah strategis untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan.

Lebih lanjut, Kapten Infanteri Ali Maskuri menekankan bahwa waktu ideal untuk penyemprotan adalah saat mulut daun mulai terbuka, karena pada saat inilah cairan pestisida dapat lebih mudah diserap oleh jaringan tanaman. “Penyemprotan tidak perlu dilakukan ke seluruh bagian tanaman, cukup di bawah permukaan daun, karena di sanalah letak mulut daun berada,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa meskipun sekilas proses penyemprotan terlihat sederhana, namun memerlukan teknik dan pemahaman yang tepat. Mengingat bahan-bahan yang digunakan sering kali mengandung campuran beracun, maka proses ini harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai prosedur agar aman bagi petani serta lingkungan sekitar.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan para petani semakin memahami pentingnya teknik penyemprotan yang benar demi keberhasilan panen yang lebih maksimal dan berkelanjutan. (Red)

 

  • Related Posts

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Hampir dua minggu sejak kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke PT Yifang CME pada 30 Juli 2026, dugaan pelanggaran hak pekerja upah di bawah UMK,…

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Persoalan hubungan industrial kembali mencuat di PT Tunas Alfin Plant 2, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Seorang pekerja bernama Olivia Jeremia mengaku mengalami skorsing tanpa upah, tidak dapat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

    NO COPY