Dugaan KKN Pada Pengurangan Anggaran K3 di Kecamatan Balaraja, Pemerintah Bungkam: Ada Apa?

Kabupaten Tangerang | Suaragempur.com – Aroma busuk dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) kembali menyelimuti Kecamatan Balaraja. Kali ini, pengelolaan anggaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi sorotan tajam. Dana yang seharusnya menjadi tameng keselamatan bagi para pekerja diduga disunat tanpa alasan jelas. Lebih parahnya lagi, pemerintah kecamatan memilih bungkam, mempertegas dugaan permainan di balik pengurangan anggaran tersebut.

Kondisi ini memicu kemarahan publik. Aktivis sosial dan kontrol masyarakat mempertanyakan alasan pemerintah, khususnya Camat Balaraja dan Kasi Pembangunan, yang hingga kini tidak memberikan klarifikasi. Keheningan ini justru menimbulkan lebih banyak tanda tanya. Apa yang sebenarnya mereka sembunyikan?

“Kalau mereka diam, berarti ada sesuatu yang tidak beres. Jangan sampai uang rakyat digunakan untuk memperkaya segelintir orang dengan mengorbankan keselamatan pekerja,” ujar Nurdin, seorang aktivis yang vokal dalam isu ini.

Ia menegaskan, pengurangan anggaran K3 tanpa dasar jelas adalah bentuk kejahatan administratif dan moral. Jika terbukti, pelanggaran ini tidak hanya mencoreng nama pemerintah setempat, tetapi juga mengancam hak dasar para pekerja yang diatur undang-undang.

Dugaan manipulasi ini bukan hal sepele. Dalam beberapa proyek yang dilaksanakan melalui mekanisme Penunjukan Langsung (PL), disebutkan bahwa anggaran K3 yang sudah tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) tidak digunakan sebagaimana mestinya. Hal ini mengancam keselamatan para pekerja yang setiap harinya bergelut dengan resiko tinggi.

“Kalau K3 dikorupsi, itu sama saja menjadikan pekerja sebagai tumbal demi keuntungan para pelaku. Anggaran K3 itu wajib digunakan untuk melindungi nyawa. Kalau diselewengkan, apa itu tidak sama dengan pembunuhan perlahan?” tambah Nurdin dengan nada geram.

Sikap diam pemerintah Balaraja hanya memperkeruh suasana. Dalam dunia birokrasi, bungkam sering kali menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang disembunyikan. Jika memang tidak ada yang salah, mengapa tidak segera memberikan klarifikasi?

Kepercayaan publik terhadap pemerintah terus tergerus. Jika dugaan ini terbukti, tidak hanya Camat Balaraja yang harus bertanggung jawab, tetapi juga seluruh pihak terkait yang ikut menikmati hasil dari dugaan kejahatan ini.

Ketika pemerintah diam, masyarakat tidak akan tinggal diam. Aktivis, media, dan masyarakat luas akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Pemerintah perlu ingat bahwa mereka bekerja dengan amanah rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Waktu akan membongkar segalanya. Jika benar ada pelanggaran, maka para pelaku harus siap menghadapi konsekuensinya. Tidak ada tempat bagi koruptor di negeri ini,” pungkas Nurdin.

Apakah pemerintah kecamatan akan terus bersembunyi di balik kebisuan? Atau justru membuktikan integritas mereka dengan transparansi? Publik menunggu jawaban. (Red)

 

  • Related Posts

    Bidpropam Polda Lampung Resmi Selidiki Dugaan Penganiayaan Alm. Joni Iskandar yang Libatkan Oknum Polresta Bandar Lampung

    BANDAR LAMPUNG| SUARAGEMPUR.COM – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Lampung resmi menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan yang menimpa almarhum Joni Iskandar, yang diduga melibatkan oknum anggota Polresta Bandar Lampung, Rabu…

    Polsek Balaraja Berhasil Amankan Mobil Box Diduga Digunakan untuk Pembelian Solar Subsidi di Sejumlah SPBU

    TANGERANG| SUARAGEMPUR.COM – Jajaran Polsek Balaraja mengamankan satu unit mobil boks yang diduga digunakan untuk melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Bidpropam Polda Lampung Resmi Selidiki Dugaan Penganiayaan Alm. Joni Iskandar yang Libatkan Oknum Polresta Bandar Lampung

    Bidpropam Polda Lampung Resmi Selidiki Dugaan Penganiayaan Alm. Joni Iskandar yang Libatkan Oknum Polresta Bandar Lampung

    Polsek Balaraja Berhasil Amankan Mobil Box Diduga Digunakan untuk Pembelian Solar Subsidi di Sejumlah SPBU

    Polsek Balaraja Berhasil Amankan Mobil Box Diduga Digunakan untuk Pembelian Solar Subsidi di Sejumlah SPBU

    MAT PECI Turut Prihatin, Akan Gelar Penggalangan Dana Kemanusiaan bagi Korban Kebakaran Rumah di Desa Cisereh, Ajak Warga Bergotong Royong

    MAT PECI Turut Prihatin, Akan Gelar Penggalangan Dana Kemanusiaan bagi Korban Kebakaran Rumah di Desa Cisereh, Ajak Warga Bergotong Royong

    Istri Almarhum Joni Iskandar Jalani Pemeriksaan di Polda Lampung, Jawab 18 Pertanyaan soal Kematian Suami

    Istri Almarhum Joni Iskandar Jalani Pemeriksaan di Polda Lampung, Jawab 18 Pertanyaan soal Kematian Suami

    Proyek Anggaran Kecamatan Aspirasi Dewan di Desa Peusar Diduga Bermasalah, BCW Minta Evaluasi CV Airi Bintang Utama

    Proyek Anggaran Kecamatan Aspirasi Dewan di Desa Peusar Diduga Bermasalah, BCW Minta Evaluasi CV Airi Bintang Utama

    Diduga Proyek P3-TGAI di Desa Parungsari Tidak Sesuai Spesifikasi, Warga Pertanyakan Kualitas Material dan Pengawasan

    Diduga Proyek P3-TGAI di Desa Parungsari Tidak Sesuai Spesifikasi, Warga Pertanyakan Kualitas Material dan Pengawasan

    NO COPY