Dugaan Proyek Serampangan di Tigaraksa, PT. Fiber Net Langgar Standar Kerja dan Keselamatan

Kabupaten Tangerang | suaragempur.com – Dugaan pelanggaran dalam penanaman tiang wifi oleh PT. Fiber Net mencuat di wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Sepanjang 500 meter proyek ini dilakukan di sekitar area kantor pemerintahan, tepatnya di belakang Pengadilan Negeri Tigaraksa. Pertanyaan besar muncul: bagaimana proyek yang diduga asal-asalan ini bisa berjalan di bawah pengawasan pejabat daerah?

Seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan fakta mencengangkan. “Kami hanya diberi arahan seadanya tanpa panduan teknis yang jelas,” katanya. Dugaan ini memperkuat spekulasi bahwa proyek ini tidak mematuhi standar keselamatan kerja (K3), dengan pekerja terlihat tanpa perlengkapan seperti helm dan rompi reflektif.

Aktivis Rizal dari YLPK PERARI menyoroti bahwa proyek ini berpotensi menciptakan risiko jangka panjang, seperti tiang roboh atau kabel berantakan yang dapat membahayakan masyarakat. “Jika dugaan ini benar, PT. Fiber Net tidak hanya membahayakan pekerja tetapi juga mengabaikan keselamatan publik,” tegas Rizal.

Selain keselamatan kerja, administrasi perizinan proyek ini juga dipertanyakan. Hingga berita ini diturunkan, PT. Fiber Net belum memberikan klarifikasi terkait kelengkapan dokumen perizinan mereka. Dugaan ini semakin menyoroti lemahnya pengawasan dari instansi pemerintah terkait.

Di lapangan, masyarakat mengeluhkan dampak langsung dari proyek ini. Aktivis Napoleon dari LSM Aji Saka Indonesia menyatakan, “Proses penanaman tiang ini mengganggu akses jalan dan meninggalkan lubang yang berbahaya bagi pengguna jalan.” Keluhan ini menambah daftar panjang dugaan ketidaksiapan proyek ini.

Jika benar ada pembiaran, pihak terkait termasuk Dinas PUPR harus bertanggung jawab atas lemahnya pengawasan. Apakah ini bentuk kelalaian atau justru ada ‘celah administrasi’ yang dimanfaatkan pihak tertentu? Fakta-fakta ini menuntut transparansi dari pejabat terkait.

Tidak hanya itu, dugaan pembiaran ini menunjukkan koordinasi yang lemah antara pemerintah daerah dan pihak swasta. Ketidaktegasan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang komitmen pemerintah dalam memastikan kualitas proyek infrastruktur di wilayahnya.

Kesimpulannya, dugaan pelanggaran dalam proyek PT. Fiber Net adalah tamparan keras bagi pejabat yang seharusnya bertanggung jawab. Masyarakat berharap ada langkah konkret, bukan sekadar janji kosong, untuk menegakkan aturan dan melindungi keselamatan publik. Jika tidak, hal ini akan menjadi preseden buruk yang membahayakan masa depan infrastruktur daerah.

(Oim)

 

  • Related Posts

    PLN ULP Cikande Laksanakan Pemeliharaan Jaringan SUTM 20 kV, Sejumlah Wilayah Alami Pemadaman Sementara 29 Juni 2026

    SERANG, BANTEN| SUARAGEMPUR.COM– PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banten Utara dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Cikande akan melaksanakan pemeliharaan Saluran Udara…

    DPC KSPSI (MJH) Kabupaten Tangerang Tegaskan Sikap Politik, Sampaikan Penolakan terhadap Program MBG

    TANGERANG| SUARAGEMPUR.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KSPSI (MJH) Kabupaten Tangerang kembali menegaskan sikap politik organisasinya melalui sejumlah deklarasi dukungan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2024. Dalam pernyataan terbarunya, organisasi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Demokrasi Tidak Berhenti di Bilik Suara: Membaca Ulang Jurnal Konstitusi sebagai Cermin Pemilu Indonesia

    Demokrasi Tidak Berhenti di Bilik Suara: Membaca Ulang Jurnal Konstitusi sebagai Cermin Pemilu Indonesia

    PLN ULP Cikande Laksanakan Pemeliharaan Jaringan SUTM 20 kV, Sejumlah Wilayah Alami Pemadaman Sementara 29 Juni 2026

    PLN ULP Cikande Laksanakan Pemeliharaan Jaringan SUTM 20 kV, Sejumlah Wilayah Alami Pemadaman Sementara 29 Juni 2026

    Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

    Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

    Pendidikan Pancasila: Pilar Karakter Bangsa di Tengah Arus Globalisasi

    Pendidikan Pancasila: Pilar Karakter Bangsa di Tengah Arus Globalisasi

    DPC KSPSI (MJH) Kabupaten Tangerang Tegaskan Sikap Politik, Sampaikan Penolakan terhadap Program MBG

    DPC KSPSI (MJH) Kabupaten Tangerang Tegaskan Sikap Politik, Sampaikan Penolakan terhadap Program MBG

    DPP KAMPUD Minta KEJARI Pringsewu Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 13 Milyar Ke Bawaslu Tahun 2024

    DPP KAMPUD Minta KEJARI Pringsewu Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 13 Milyar Ke Bawaslu Tahun 2024

    NO COPY