Hujan Sebentar, Banjir Melanda : Warga Balaraja Kecewa – Pemerintah Pura-Pura Tidak Mendengar

Kabupaten Tangerang || suaragempur.com – Hanya dalam waktu singkat setelah hujan, air kembali meluap dan membanjiri wilayah pemukiman warga Balaraja, tepatnya di Jalan Raya Serang KM. 23, kolong flyover Balaraja. Warga di sekitar lokasi tersebut berupaya keras mengatasi genangan air menggunakan mesin diesel untuk menyedot air yang terus meningkat. Walaupun usaha ini sedikit membantu, warga merasa kecewa karena solusi tersebut tidaklah permanen. Sabtu, 02/11/2024

Keluhan warga mengenai banjir yang kerap terjadi di kawasan ini sebenarnya telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah setempat. Namun, hingga kini, belum ada tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah ini. “Dianggap apa kami ini? Keluhan kami sudah beberapa kali dilaporkan, tetapi tidak digubris,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masalah banjir yang tak kunjung selesai membuat warga bertanya-tanya soal keseriusan pemerintah dalam menangani isu yang terus berulang ini. Mereka mengatakan, banjir bukan hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga kerugian materiil bagi warga yang terdampak.

“Kami sudah sering mengeluhkan banjir ini, tetapi rasanya seperti berbicara pada tembok. Pemerintah terkesan pura-pura tidak mendengar,” keluh seorang warga terdampak.

Sistem drainase yang kurang optimal dan minimnya upaya preventif sering disebut sebagai penyebab utama banjir yang berulang setiap musim hujan. Banyak warga merasa aspirasi mereka diabaikan oleh pemerintah, meskipun dampak banjir sangat dirasakan setiap tahun.

Meski demikian, warga tetap berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. “Kami hanya ingin pemerintah mendengar dan segera bertindak. Jangan sampai banjir ini menjadi masalah berulang tanpa solusi yang jelas,” ucap seorang warga yang juga enggan disebutkan namanya. “Sampai aspirasi kami didengar, jangan berpura-pura tidak mendengar.” Tambahnya.

Tanggapan Pakar

Para pakar mendesak pemerintah untuk mempercepat perbaikan infrastruktur dan merancang strategi jangka panjang dalam menangani masalah ini. Mereka menekankan pentingnya tindakan preventif, seperti penataan drainase yang memadai dan pengelolaan sampah yang baik, agar banjir tidak lagi menjadi masalah tahunan yang terus menimbulkan penderitaan bagi warga

(Red)

  • Related Posts

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Hampir dua minggu sejak kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke PT Yifang CME pada 30 Juli 2026, dugaan pelanggaran hak pekerja upah di bawah UMK,…

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Persoalan hubungan industrial kembali mencuat di PT Tunas Alfin Plant 2, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Seorang pekerja bernama Olivia Jeremia mengaku mengalami skorsing tanpa upah, tidak dapat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

    NO COPY