LSM GEMPUR Pertanyakan Transparansi Penyaluran Dana BLT Desa Kemuning, Warga Miskin Tak Tersentuh Bantuan

Tangerang, Banten | Suaragempur.com – Kondisi memprihatinkan kembali menyeruak di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Ibu Sarmah, seorang warga berusia 70 tahun, hidup dalam kemiskinan dengan rumah yang jauh dari layak huni. Selama bertahun-tahun, ia tidak pernah mendapatkan bantuan sosial seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), bahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Pada Rabu (8/1/2025), LSM GEMPUR DPD Provinsi Banten bersama tim media mendatangi kediaman Ibu Sarmah di Kampung Ranca Wiru RT 07/04, didampingi Ketua RT setempat, Aman. Dalam kunjungan tersebut, Aman mengungkapkan bahwa kondisi rumah Ibu Sarmah sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak huni. Ia mengaku telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Desa Kemuning, namun hingga kini tidak ada realisasi.

“Kalau ada pihak atau instansi terkait yang bisa membantu, kami sangat berharap bantuannya,” ujar Aman.

Fachri Huzzer, Kepala Bidang Investigasi LSM GEMPUR DPD Provinsi Banten, mempertanyakan kriteria yang digunakan pemerintah dalam menentukan penerima bantuan sosial. Ia menegaskan bahwa kondisi seperti yang dialami Ibu Sarmah seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah.

“Kriteria seperti apa yang digunakan pemerintah? Bagaimana mungkin kondisi memprihatinkan seperti ini tidak masuk dalam daftar penerima bantuan?” tanya Fachri.

Ia juga mengkritisi transparansi pengelolaan dana BLT di Desa Kemuning. Berdasarkan data yang dihimpun LSM GEMPUR, Desa Kemuning telah mengalokasikan anggaran BLT dalam jumlah besar: Rp 61,2 juta pada 2020, Rp 543,6 juta pada 2022, dan Rp 136,8 juta pada 2023. Namun, aliran dana tersebut dinilai tidak tepat sasaran, mengingat masih ada warga miskin seperti Ibu Sarmah yang tidak pernah menerima bantuan.

“Pemerintah Kecamatan Kresek dan Desa Kemuning harus turun langsung melihat kondisi warga yang tidak tersentuh bantuan. Transparansi dalam penyaluran dana BLT juga harus ditingkatkan untuk memastikan bantuan sampai kepada yang berhak,” tegas Fachri.

LSM GEMPUR mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan permasalahan ini. Tidak hanya bagi Ibu Sarmah, tetapi juga bagi warga miskin lainnya yang membutuhkan bantuan sosial.

“Bantuan sosial harus tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap pemerintah lebih transparan dan bertanggung jawab dalam pengelolaan dana desa,” tutup Fachri.

(Eko)

  • Related Posts

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Hampir dua minggu sejak kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke PT Yifang CME pada 30 Juli 2026, dugaan pelanggaran hak pekerja upah di bawah UMK,…

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Persoalan hubungan industrial kembali mencuat di PT Tunas Alfin Plant 2, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Seorang pekerja bernama Olivia Jeremia mengaku mengalami skorsing tanpa upah, tidak dapat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

    NO COPY