Persoalan Wisuda di SDN Renged 3 Berakhir Damai Melalui Musyawarah Kekeluargaan

SUARAGEMPUR.COM | Tangerang, Kresek – Persoalan dugaan bullying yang mencuat terkait rencana kegiatan wisuda di SDN Renged 3 akhirnya mencapai titik terang. Melalui musyawarah kekeluargaan yang diselenggarakan di Kantor Sekolah SDN Renged 3 pada Kamis, 22 Mei 2025, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara damai dan sejuk.

Musyawarah ini turut disaksikan oleh Sekretaris K3S Kecamatan Kresek Suryanto, S.Pd, serta dua guru, Ahmad Fahmi, S.Pd, dan Yusup Supriyanto, S.Pd.

Sebagai hasil kesepakatan, pihak sekolah telah membatalkan rencana kegiatan wisuda tersebut. Selain itu, seluruh uang yang telah disetorkan oleh wali murid untuk kegiatan wisuda juga telah dikembalikan.

Kepala Sekolah SDN Renged 3, Amsinah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf. “Mewakili sekolah, kami mohon maaf atas kejadian ini. Sebelum pertemuan hari ini, sekolah telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjalankan semua masukan dari berbagai pihak, mulai dari rapat bersama komite, sekolah, dan wali murid, kemudian pengembalian uang yang sudah masuk,” ujarnya.

Amsinah juga menambahkan harapannya agar komunikasi antara sekolah dan wali murid tetap terjalin baik. “Pihak sekolah juga meminta kepada wali murid agar tidak segan-segan menjalin komunikasi dengan pihak sekolah apabila ada hal yang ingin disampaikan. Sekolah sangat terbuka dan siap menerima masukan untuk membawa SDN Renged 3 menjadi semakin baik ke depannya,” tegas Amsinah.

Sementara itu Orang tua siswa H menyambut baik kesepakatan tersebut. “Saya menghargai dan menerima permintaan maaf dari pihak sekolah. Respons cepat ini menunjukkan adanya niat baik untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Saya berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar tidak terulang. Mari kita jadikan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan mendidik bagi semua anak,” ungkapnya.

Kedua belah pihak, baik dari pihak sekolah maupun wali murid, menyatakan kesepakatan mereka melalui pernyataan tertulis. Mereka juga saling memaafkan dan berkomitmen untuk menjalin komunikasi yang harmonis di masa mendatang.

Kesepakatan ini diharapkan dapat mengakhiri segala dugaan dan kesalahpahaman yang sempat terjadi, serta mengembalikan fokus pada lingkungan belajar yang kondusif di SDN Renged 3.

Red. SUARAGEMPUR.COM

  • Related Posts

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM – Dukungan terhadap program sekolah gratis bagi calon siswa jenjang SMP dan SMA/SMK terus mengalir dari berbagai pihak di Kabupaten Tangerang. Program yang diusung pemerintah tersebut dinilai…

    Persiapan HUT RI ke-81, Puluhan Siswa SMA Negeri 26 Kabupaten Tangerang Digembleng Jadi Paduan Suara Upacara 17 Agustus di Kecamatan Kemiri

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM – Pemerintah Kecamatan Kemiri terus mematangkan berbagai persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu agenda penting yang tengah dipersiapkan adalah latihan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

    NO COPY