Ucapan “Preman Berkedok LSM” dari Kades Kadu Disorot, PPUK Banten, Arogan dan Tidak Bermartabat

SUARAGEMPUR.COM | TANGERANG – Pernyataan kontroversial Kepala Desa (Kades) Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Muhammad Asdiansyah alias Lurah Meong, menuai kecaman keras. Dalam sebuah pemberitaan media online, sang Kades melontarkan ucapan dengan menyebut lembaga swadaya masyarakat (LSM) tak ubahnya “premanisme berbaju LSM” serta mengancam akan melaporkan agar dibubarkan.

Ketua LSM PPUK DPD Provinsi Banten, Riyan Saptrian, menyayangkan keras sikap tersebut. Ia menilai ucapan itu menunjukkan ketidakdewasaan seorang pejabat desa dalam menyikapi kritik dan peran kontrol sosial masyarakat.

“Pernyataan seperti itu sangat tidak pantas keluar dari mulut seorang kepala desa. Melabeli LSM sebagai preman jelas keliru dan menyesatkan. Jangan karena merasa terusik lalu seenaknya melecehkan lembaga sosial kontrol. Ucapan itu bukan hanya arogan, tapi juga tidak bermartabat dan merendahkan peran LSM yang diakui undang-undang sebagai mitra masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan,” tegas Riyan, senin(13/9/2025).

Menurutnya, seorang kepala desa seharusnya memberi contoh yang baik dengan mengedepankan sikap tenang, bijak, dan terbuka terhadap kritik. “Kalau seorang pemimpin saja sudah melontarkan kalimat kasar dan menyerang lembaga masyarakat, bagaimana masyarakat bisa menaruh hormat? Ini justru memperlihatkan karakter pemimpin yang mudah tersulut emosi dan tidak siap dikritik,” tambahnya.

Senada, Ketua LSM PPUK DPC Kabupaten Tangerang, Hendra Jaya, juga mengecam keras ucapan Kades Kadu. Ia menilai pernyataan tersebut bukan hanya berlebihan, tetapi juga tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik.

“Ucapan itu jelas merendahkan lembaga kontrol sosial yang selama ini berperan untuk mengawal pembangunan. Seharusnya seorang kepala desa berhati-hati dalam bertutur kata, karena setiap ucapan pejabat publik akan menjadi sorotan masyarakat. Mengatakan LSM sebagai ‘preman berbaju LSM’ adalah sikap emosional yang tidak layak diucapkan, apalagi oleh seorang pemimpin desa,” ujar Hendra.

Hendra menambahkan, seorang kades harusnya menempatkan diri sebagai teladan di tengah masyarakat, bukan justru memancing kegaduhan dengan pernyataan provokatif. Ia menegaskan, bila seorang pejabat publik sudah tidak mampu menjaga ucapan, tidak kuat menghadapi kritik, dan tidak sanggup menjalankan tugas dengan bijak, maka sebaiknya mengundurkan diri dari jabatannya.

“Kalau sudah tidak sanggup menjadi pejabat publik, lebih baik mundur saja. Jangan sampai jabatan dijadikan tameng untuk mengumbar kata-kata kasar yang mencederai martabat pemerintahan,” tandas Hendra.

Keduanya sepakat, ucapan Kades Kadu tersebut bukan hanya mencoreng citra pribadi pejabat desa, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat jika dibiarkan begitu saja.

Red : ( Suaragempur ) 

  • Related Posts

    Dukung Kontingen Pramuka, Camat Kemiri Lepas Peserta Jambore Nasional ke Cibubur

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM – Pemerintah Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, secara resmi melepas kontingen Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Kemiri yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) di Bumi Perkemahan Cibubur mulai 13…

    Meriahkan HUT RI ke-81, Camat Kemiri Rudi HK Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Camat Cup 2026

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM – Camat Kemiri, Rudi Hadikarsono (Rudi HK), secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Camat Cup 2026 di Lapangan Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Selasa (4/8/2026). Turnamen…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 7 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

    PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

    NO COPY