SERANG | SUARAGEMPUR.COM — Ketika bencana melanda dan ribuan saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan uluran tangan, pemuda Walantaka memilih untuk tidak berpangku tangan. (Senin 31/08/2026).
Enam organisasi kepemudaan dan sosial di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, bersatu menggelar “Galang Donasi Kemanusiaan untuk NTT”, Minggu (30/8/2026).
Bukan sekadar mengumpulkan uang, para pemuda ini turun langsung ke sejumlah titik keramaian di wilayah Walantaka. Mereka menyampaikan pesan kemanusiaan, mengajak masyarakat ikut berbagi, hingga menghadirkan live musik amal untuk menggugah kepedulian warga.
Gerakan tersebut menjadi bukti bahwa jarak ribuan kilometer tidak mampu memutus rasa solidaritas.
Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Ilham dari Karang Taruna, menegaskan bahwa aksi tersebut lahir dari kepedulian pemuda terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
“Kami pemuda Walantaka tidak bisa tinggal diam. Melalui kolaborasi enam organisasi kepemudaan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Walantaka peduli.”
Menurutnya, donasi yang berhasil dihimpun nantinya akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.
Kegiatan ini mempertemukan berbagai elemen pemuda dan organisasi sosial di Walantaka.
Mereka adalah Karang Taruna Kecamatan Walantaka, DKR Walantaka, PMI, PCPM, GEMPUR, dan TAGANA.
Ketua Karang Taruna Walantaka, Tufik, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat serta masyarakat yang ikut memberikan dukungan.
“Alhamdulillah kegiatan Galang Donasi Kemanusiaan untuk NTT hari ini dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih kepada seluruh organisasi yang terlibat dan masyarakat Walantaka yang sudah berpartisipasi.”
Ia berharap kebersamaan tersebut tidak berhenti pada kegiatan kali ini.
“Semoga kebersamaan ini menjadi amal jariyah untuk kita semua dan bantuan ini dapat meringankan beban saudara kita di NTT.”
Sementara itu, Ody Mahdodi, Ketua MPKT Majelis Pertimbangan Karang Taruna Kecamatan Walantaka sekaligus perwakilan TAGANA Kota Serang, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi tersebut.
Menurut Ody, kegiatan kemanusiaan seperti ini memiliki nilai lebih karena mampu menumbuhkan jiwa sosial sekaligus mempererat hubungan antarpemuda.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dari kegiatan seperti inilah terbentuk jiwa sosial dan rasa peduli antar sesama. Banyak manfaat dari kolaborasi antar pemuda se-Walantaka.”
Ody berharap gerakan sosial di tengah masyarakat terus dikembangkan.
“Jangan sampai kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat putus. Terus kembangkan dan tebar kebaikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh orang lain.”
Untuk menarik perhatian masyarakat sekaligus menyampaikan pesan kemanusiaan, aksi tersebut diisi dengan orasi kemanusiaan, penggalangan dana keliling, serta live musik amal.
Di tengah keramaian Walantaka, para pemuda mengajak masyarakat untuk menyisihkan sebagian rezekinya bagi saudara-saudara yang sedang menghadapi bencana.
Seluruh donasi yang terkumpul rencananya akan disalurkan melalui Lazisfa Kota Serang untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT pada awal September 2026.
Masyarakat Walantaka dan sekitarnya yang masih ingin berpartisipasi dapat menyalurkan donasi melalui Posko Karang Taruna Walantaka.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar masyarakat NTT diberikan keselamatan serta kekuatan dalam menghadapi dan memulihkan kondisi pascabencana.
Aksi tersebut menjadi pesan sederhana namun kuat: kepedulian tidak harus menunggu kaya, dan kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.
Dari Walantaka, para pemuda mengirimkan satu pesan untuk NTT.
“Kami mungkin jauh, tetapi kepedulian kami sampai.”
#WalantakaPeduli#DonasiUntukNTT#PemudaBergerak#KemanusiaanTanpaBata#PemudaPeduli#SerangBergerak
Editor : Bani Latif






