Mobil Siaga Desa Bakung Diparkir di Rumah Kades, Warga Sakit Terpaksa Naik Grab, Mobil siaga elit di Pinjam Masyarakat Sulit  

SUARAGEMPUR.COM| TANGERANG – Viral di media sosial, keluhan warga Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, membuka kotak pandora mengenai bobroknya pelayanan fasilitas desa. Di saat warga harus merogoh kocek untuk layanan transportasi online demi menuju rumah sakit, mobil siaga desa justru kedapatan “ngetem” di garasi rumtersebut, Selasa (27/1/2026).

Kekecewaan ini bermula dari unggahan akun TikTok @Al-Haq313 yang merasa geram karena keponakannya yang sedang sakit tidak bisa menggunakan mobil desa. Padahal, ia melihat satu unit mobil siaga terparkir di rumah kepala desa.

“Mobil lurah ada, giliran sakit nge-Grab. Padahal mobil desa ada dua, yang satu lagi dipakai, kenapa yang satu lagi ditaruh di rumah lurah aja?” protes akun tersebut.

Unggahan tersebut sontak menjadi bola panas. Berbagai komentar warganet bermunculan, mulai dari peringatan akan risiko menyuarakan kebenaran hingga testimoni miring mengenai biaya operasional mobil desa yang dianggap mencekik.

Akun @mln nz secara blak-blakan menyebut bahwa keberadaan mobil desa selama ini tidak benar-benar gratis bagi warga yang kesusahan.

“Percuma ada mobil desa juga, nggak gratis, tetap bayar. Malah mahal hampir habis 500 ribuan. Padahal tuh mobil buat membantu warga yang lagi kesusahan/sakit. Ambil lagi aja lah mobilnya sama pemerintah,” tulisnya di kolom komentar.

Senada dengan itu, akun @bundanya fathan❤️ memberikan simpati sekaligus peringatan kepada pengunggah video akan risiko “vokal” di era sekarang.

“Hati-hati kang, kadang-kadang menyuarakan kebenaran malah ujung-ujungnya dibenci. Zaman sekarang orang berani jujur tapi nggak dihargai,” ungkapnya.

Kritik tajam ini menunjukkan adanya krisis kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Desa Bakung. Warga mendesak agar Pemerintah Kabupaten Tangerang segera turun tangan melakukan audit lapangan. Bukan hanya soal transparansi keberadaan unit, tetapi juga aturan biaya yang selama ini dibebankan kepada warga saat dalam kondisi darurat medis.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pemdes Bakung maupun Kecamatan Kronjo terkait tudingan pungutan biaya dan penempatan unit mobil siaga di rumah pribadi tersebut.

Redaksi: Suaragempur

Related Posts

Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Hampir dua minggu sejak kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke PT Yifang CME pada 30 Juli 2026, dugaan pelanggaran hak pekerja upah di bawah UMK,…

PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM — Persoalan hubungan industrial kembali mencuat di PT Tunas Alfin Plant 2, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Seorang pekerja bernama Olivia Jeremia mengaku mengalami skorsing tanpa upah, tidak dapat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda Melewatkan

Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

  • By Redaksi
  • Agustus 12, 2026
  • 7 views
Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

Pesan Bidan di Grup WhatsApp Tuai Polemik, Ancam Blokir BPJS Ibu Hamil yang Melahirkan di RS Swasta

PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!  

PT Mega Steel Diduga Dibekingi Jenderal dan Kopassus, Serikat Pekerja: Ini Pelanggaran Hukum Nyata!   

NO COPY