Mobil Dump Truck “Bak Malaikat Maut” Kebal Hukum dalam Jam Ketentuan

Kabupaten Tangerang || suaragempur.com – Sebuah dump truck yang dikenal sebagai “Bak Malaikat Maut” kembali menjadi sorotan setelah terlibat dalam serangkaian kecelakaan di jalan raya. Kendaraan yang tampaknya kebal hukum ini mencuri perhatian publik karena sering kali terlibat dalam insiden yang merugikan pengguna jalan lainnya, namun tetap bebas dari sanksi. Rabu, 16/10/2024.

Menurut laporan, dump truck tersebut sering beroperasi di jam-jam sibuk di wilayah kabupaten Tangerang, mengabaikan aturan lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengendara lain. Meski banyak laporan dari masyarakat dan rekaman video serta poto yang menunjukkan kelakuan ugal-ugalan pengemudinya, pihak berwenang hingga saat ini belum mengambil tindakan tegas.

Dalam Peraturan Bupati (Perbub) yang ada, dump truck seharusnya dilarang melintas pada jam-jam tertentu guna mengurangi kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya. Namun, kenyataannya, truk-truk tersebut masih beroperasi secara masif, seolah menantang ketentuan yang ada. Seakan sang penguasa peraturan.

Dalam situasi investigasi, pengguna jalan mengatakan kepada awak media, kekhawatirannya atas keselamatan pengendara roda dua yang hendak pulang dari aktivitas. “Kami sudah sering melihat truk-truk ini lewat di jam larangan. Rasanya seperti hukum tidak berlaku bagi mereka,” ungkap salah seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya.

Beberapa pengamat lalu lintas menilai bahwa kurangnya pengawasan dan penegakan hukum menjadi penyebab utama dari pelanggaran ini. Mereka mendorong pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan dan tindakan tegas terhadap pelanggar demi menciptakan keselamatan dan ketertiban di jalan.

Situasi ini memicu diskusi di media sosial mengenai efektivitas penegakan hukum dan perlunya reformasi dalam sistem transportasi untuk mencegah insiden serupa di kemudian hari. Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera bertindak untuk memastikan keselamatan di jalan raya.

(Red)

 

  • Related Posts

    Dua Sipil Ditahan, Nasib Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Perampasan Motor Masih Dipertanyakan

    LABUHAN MERINGGAI | SUARAGEMPUR.COM – Perkembangan penyelidikan kasus dugaan perampasan sepeda motor dan penganiayaan terhadap Agus Candra Jaya mulai menemui titik terang. Dua orang terduga pelaku yang diketahui berstatus sipil…

    Polresta Tangerang Gerak Cepat Tuntaskan Kasus Dugaan Persetubuhan Anak, Keluarga Korban Sampaikan Apresiasi

    TANGERANG | SUARAGEMPUR.COM – Penanganan kasus dugaan tindak pidana persetubuhan atau pencabulan terhadap anak di bawah umur yang sebelumnya dikeluhkan berjalan lambat, kini menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah proses penyelidikan dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Anda Melewatkan

    Dugaan Korupsi Proyek Chromebook Lampung Tengah, KAMPUD Desak Kejari Usut Tuntas

    Dugaan Korupsi Proyek Chromebook Lampung Tengah, KAMPUD Desak Kejari Usut Tuntas

    Dua Sipil Ditahan, Nasib Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Perampasan Motor Masih Dipertanyakan

    Dua Sipil Ditahan, Nasib Oknum Polisi yang Diduga Terlibat Perampasan Motor Masih Dipertanyakan

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Camat Kemiri Apresiasi Program Sekolah Gratis SMP-SMA, Harapkan Tak Ada Anak Putus Sekolah

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang  

    Hampir Dua Minggu, Belum Ada Pemeriksaan KSPSI: Wapres Diduga Ditipu Pengusaha PT Yifang   

    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    • By Redaksi
    • Agustus 12, 2026
    • 9 views
    Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    PT Tunas Alfin Plant 2 Dinilai Nakal: Skorsing Tanpa Gaji, Anjuran Dinas Diabaikan, Pekerja Ditelantarkan

    NO COPY